15 May 2019

Ludruk pilpres masih panjang



Bulan puasa sudah masuk pekan kedua. Televisi-televisi berlomba bikin acara berbau Ramadan, sahur, dsb. Tapi tensi politik masih tinggi. Khususnya capres-cawapres 02 dan pendukungnya.

Kubu Prabowo kembali klaim kemenangan. Kalau dulu 62 persen, kemarin turun jadi 54 persen. "Kita telah mendapat mandat dari rakyat," ujar Prabowo di depan pendukungnya. Mandat opo?

"Kami tidak makar. Kami membela bangsa Indonesia. Jangan takut-takuti kami dengan senjata yang dibeli oleh uang rakyat," kata Prabowo. Tegas, keras, seperti biasa.

Bukankah rekapitulasi sedang dilakukan KPU? Pengumuman resminya 22 Mei 2019?

Rupanya Prabowo sudah tidak sabar jadi presiden. Malam setelah pencoblosan, 17 April lalu, bekas menantu Pak Harto dua kali deklarasi kemenangan. Berdasar angka-angka dari timnya sendiri. Hebat!

Di koran pagi ini ada berita berjudul: Prabowo-Sandi Tolak Penghitungan KPU. Alasannya, banyak kecurangan.

Ibarat sandiwara atau ludruk atau film, pertunjukan masih seru. Belum antiklimaks. Penonton masih penasaran dengan akhir cerita. Protagonis vs antagonis gak jelas.

Bahkan, setelah 22 Mei pun adegan ludruk pilpres ini masih berlanjut ke MK. Belum lagi ada pernyataan kubu Prabowo tentang people power, diskualifikasi Jokowi, dsb dst.

Monggo siapkan kopi dan gorengan! Ludruk pilpres masih panjang.

13 comments:

  1. Sangat disayangkan seorang ganteng dan santun dan kaya raya seperti Sandi mau diajak gendheng oleh seorang delusional seperti Bowo. Rupanya ada persamaan antara keduanya, yaitu tidak terlalu pintar.

    ReplyDelete
  2. Justru keduanya kelewat pinter. Makanya pernyataan dan tindakan politiknya sulit dipahami rakyat kebanyakan yg kalah pinter.
    Wong pinter sing keminter yo ngono kuwi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wong lanang yo ngono kuwi, keminter, ndableg !
      Saya baru membaca sebuah artikel tentang study banding yang mengatakan, bahwa mayoritas mahluk betina lebih pandai daripada yang jantan. Mahluk betina lebih flexible, lebih cepat menangkap mata pelajaran, pokoke lebih smart lah dibandingkan dengan yang jantan.
      Ternyata teman sekelas saya, sejak SR, SMP dan SMA, yang pandai adalah siswa perempuan. Lacurnya mahluk betina yang pintar, terbukti memiliki anak atau telur yang lebih sedikit daripada yang bodoh.
      Adakah perempuan pandai yang rela dimadu atau dipolygami ? Sebab itu ada ungkapan: Dibalik seorang lelaki yang sukses, tersembunyi seorang wanita yang kuat. Seberapa pun sok jagoan-nya seorang laki, dihadapan istrinya dia bak kerbau tercocok hidung.
      Ergo, enakan cerai atau jomblo, hanya dikelilingi oleh orang2 lelaki, yang sama2 keminter dan ndableg.
      Mau minum segelas susu, tak usah kamu memelihara seekor sapi betina. Itulah reaksi-nya lelaki yang kalah hawa terhadap wanita.

      Delete
    2. Ga pernah dengar tuh bahwa jumlah telur perempuan pintar lebih banyak daripada yang dimiliki oleh betina bodoh. Ada-ada saja. Yang pasti, jumlah telur pasti berkurang seiring bertambahnya usia. Tidak ada hubungan dengan intelegensia. Jika kebetulan yang diukur ialah para perempuan lajang yang berpendidikan tinggi dibandingkan mereka yang berpendidikan rendah, tentu saja yang berpendidikan tinggi rata-rata lebih berumur.

      Delete
    3. Lambertus, orang pintar itu seperti Emil Dardak. Menguasai masalah di lapangan dan bisa ambil keputusan, bukan hanya teori saja. Ada orang yang pintar teori, seperti Anies, tetapi di lapangan gak berani ambil keputusan. Ada orang yang pintar golek duit, sabet sana sabet sini, seperti Sandi, tetapi tidak bisa mengaplikasikannya ke pemerintahan yang demi rakyat. Ada orang yang pintar perang dan komando pasukan, seperti Prabowo, tetapi tidak bisa mengaplikasikannya ke kepemimpinan sipil. Karena itu saya bilang mereka ini tidak pintar tetapi yg satu delusional, yg lainnya ikut2an delusional.

      Beruntunglah Jatim sekarang dipimpin Khofiffah dan Emil. Emil iki ciamik puol. Cucunya Kiai. Punya S3 dari Jepang, S2 dari Oxford. RI1 tunggu tanggal mainnya.

      Delete
    4. Cak Emil ini masih adaptasi dengan lapangan. Retorika dan pemikiran2nya perlu lebih turun ke bumi. Masih banyak staf dan bawahan yg belum bisa menangkap konsep2 dan pemikiran beliau.

      Delete
  3. Soal pria vs wanita ini memang menarik. Dulu ada fatwa di mana2 yg isinya melarang Megawati jadi presiden. Akhirnya bu Mega bisa jadi presiden kelima.
    Sekarang sudah tidak kedengaran fatwa yg melarang perempuan jadi pemimpin publik. Gubernur Jatim Khofifah perempuan. Didukung ulama2 terkemuka. Bu Risma wali kota Surabaya juga perempuan yg terbukti hebat.

    Pria dan wanita punya potensi yg sama. Tapi berdasarkan survei saya, dulu, yg tidak ilmiah, peraih IP tertinggi di universitas2 di Jatim itu mayoritas perempuan. Bukan karena IQ tinggi tapi rajin ulet ngotot belajar. Beda dengan laki2 yg cenderung banyak main2 dengan hobi dsb.

    Belakangan ada kecenderungan masyarakat lebih suka pilih calon perempuan untuk parlemen dan senat alias DPD. Buktinya bu Evi mampu mengumpulkan suara yg luar biasa di Jatim untuk DPD. Jauh di atas suara calon2 yang laki2.

    Ini perkembangan yang sangat positif. Bahwa perjuangan Kartini tidak sia2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di NKRI, semua tergantung Vitamin D (-uit). Kalau Vitamin D kuat, seorang sekuler seperti Prabowo yang keluarganya semua Katolik / Protestan, bisa didukung oleh kaum Islamis garis keras. Seorang Islam kemarin sore seperti Sandi yang kariernya dibesarkan oleh keluarga Soeryadjaja yg Kristen taat, bisa diaku-aku sebagai santri. Wkwkwkwkwk.

      Dulu Megawati mencalonkan diri dengan Prabowo, dan menampilkan diri sebagai nasionalis. PPP yang menampilkan Hamzah Haz sebagai Cawapres, meledek Megawati, menuduhnya sebagai Hindu hanya gara2 neneknya dari Bali dan dia berkunjung ke pura. Sekarang PPP ada di dalam koalisi Jokowi / PDI-P, dan mereka berubah suara menjadi moderat karena mendapat jatah menteri, yang barusan ketahuan KPK menyalurkan Vitamin D ke partai.

      Vitamin D memang ruarrr biasa.

      Delete
  4. Dui dui dui... duit pancen sakti. Nomer 1. UUD: ujung-ujungnya duit jarene wong pinter.
    Malah sila pancasila pun diplesetkan: Keuangan yang mahakuasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Vitamin D itu penting Lambertus. Amin Rais kena penyelidikan KPK pernah dibagiin Rp 600 juta dari terdakwa dan terbui mantan Menkes Siti Fadila ... lalu harus kembalikan. Sakiiit dong. Lalu habis itu pasti kena monitor ga bisa terima kiri kanan. Maka itu lah dia merapat ke kubu 02, agar dapat dana guna anak2nya masuk DPR ... dan vitamin D mengalir lagi. Oh Vitamin D engkau lebih berkuasa drpd Vitamin C (-ewek).

      Delete
  5. Vitamin D itu dipake membeli vitamin C kayak mbak Vannesa sing 80 juta kuwi. Jarene ben suegeeer lan awet nom.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oala wong wedhok kaya ngono kok bayar 80 juta ($5000). Durung tentu enak, cak. Escort kelas atas di Amrik aja $500 (8 juta) wis entuk sing wuihhhh. Nek $5000 iku enthuk sing eks model, dhuwur, bodine ciamik soro, lan gak cuma goyangane tapi ya uga percakapane .... Bukan dari pengalaman lho ya ... hahahaha, semua informasi bisa ditanyakan mBah Google.

      Delete
  6. Wong lanang, oooo... wong lanang, buacot e tok seng gede, lek arepe diciduk polisi mlayu kecirit-cirit nyang negeri jazirah, alesan umroh-lebaran. Lek sedeng apes keciduk polisi, memelas njaluk maap. Lek dijebloske ning penjoro, nangis-nangis mergone panganane ora cocok. Mbayar pengacara minta praperadilan, mboh duwite teko endi. Buaya timbul disangkalah mati, suka sumpah tapi takut mati.
    Sok dhuwe bojo papat, ngeladeni siji wae harus ngombe obat cap kuku-ponconoko alis ginseng sido-muncul.
    Seandainya seorang lelaki bisa pernah merasakan sakitnya melahirkan anak, seperti yang harus diderita oleh kaum hawa, menahan sakit sampai ter-kencing2 dan ter-berak2, sewaktu kepala si-jabangbayi sedang akan keluar dari saluran kandung, niscaya dia tidak berani berpolygami. Dosa menyiksa orang2 perempuan, (itu kalau dia punya otak, moral dan etika). Tetapi dasar wong lanang ndableg, selalu pinter ngeles dan nyelimur dengan bacot dan lidahnya yang tak bertulang, pastilah dia akan berargumentasi memakai akalbulus-nya : Justru aku sayang kepada wanita, mangkanya aku beristri empat, supaya derita wanita hanya seperempat. Bayangkan kalau istri ku cuma satu, khan kasian dia menderita harus melahirkan delapan anak. Dengan apa yang aku lakukan, maka aku berbuat Jujur dan Adil, tiap istri dibagi rata, hanya perlu punya dua anak.
    Wong lanang, oooo.... wong lanang, kalian pidato didepan umum, memprovokasi rakyat lugu, menyuruh mereka jihat, mati sahid, tetapi kalian para provokator mengajak istri ke-3 ayem2 makan gule dan sate kambing balibul di Tangerang. Dasar wong lanang pancene "besai".

    ReplyDelete