17 May 2019

Arzeti Bilbina Lolos ke Senayan

Akhir 1990-an hingga pertengahan 2000-an Arzeti Bilbina jadi model top di negeri ini. Hampir setiap bulan dia dapat job di Surabaya. Paling sering di Shangri-La. Jadi peragawati aneka busana rancangan desainer-desainer Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lain.

Sang peragawati ini pun kerap lenggak-lenggok di bridal show. Peragaan gaun pengantin di Surabaya. "Arzeti memang model papan atas. Teman-teman desainer lebih suka kalau dia yang jadi model busana mereka," kata pimpinan sebuah sekolah fashion terkenal di Surabaya.

Selain Arzeti, top model yang lagi berjaya saat itu adalah Karenina. Sama-sama cakep, sama-sama super sibuk. Sulit dimintai waktu 10 menit atau 5 menit untuk wawancara singkat.

Terus kita nulis apa? Mbak model gak mau ngomong?

"Bikin deskripsi aja saat Arzeti tampil di catwalk. Wawancara sama desainernya aja. Pasti gampang," kata Ika, teman reporter dari JP yang sekarang jadi dosen bahasa Inggris.

Saya geli sendiri saat ditugaskan jadi peliput selebriti, model kayak Arzeti, Inul si Ratu Ngebor, dan manusia-manusia ajaib lainnya. Sebab, dunia ini sangat asing bagi saya. Dunia gemerlap nan wangi di ballroom hotel berbintang internasional. Juga hampir tidak ada wawancara mendalam dengan si artis sebagai narasumber. Omongan seenaknya, gak fokus, dan tidak menarik.

Beda banget dengan musisi jazz, klasik, atau tradisi yang sangat enak diajak diskusi. Atau pelukis-pelukis yang bisa diajak ngobrol berjam-jam sampai pagi. Atau seniman teater yang suka mengajak reporter jalan-jalan ke luar kota untuk latihan alam dsb.

Untungnya saya tidak lama berurusan dengan dunia fashion, modeling, clubbing, atau life style. Tidak perlu lagi mengemis informasi dari Arzeti atau Karenina. Tidak perlu mencari-cari gosip pacaran, selingkuh, jalan bareng dan sejenisnya.

Eh, belakangan... sekian tahun kemudian Arzeti Bilbina sering blusukan ke Sidoarjo. Masuk kampung ke luar kampung. Jadi duta buku, pengurus KONI Sidoarjo dsb. Arzeti juga sering muncul di acara-acara pemkab. Bukan lagi sebagai model, tapi anggota DPR RI dapil Surabaya dan Sidoarjo.

Arzeti Bilbina menggantikan Imam Nahrawi yang ditunjuk sebagai menpora. Sejak itu Arzeti makin mudah ditemui. Diajak bicara enak. Sekarang kelihatannya dia membutuhkan wartawan agar kegiatan reses dan blusukannya bisa diberitakan.

Dandanan dan busananya masih khas peragawati. Tapi pakai hijab nan anggun. Maklum, politikus PKB mewakili Sidoarjo Kota Santri. Beda banget dengan masa kejayaan di catwalk dulu. Wanginya tetap semerbak di usia 45-an.

Saat kampanye lalu, April 2019, poster dan baliho Arzeti yang paling modis. Desainnya mirip cover majalah wanita macam Femina atau Kartini. Posternya tersebar di 18 kecamatan.

Rupanya wajah cantik Arzeti plus kiprahnya sebagai wakil rakyat petahana jadi sihir yang jitu. Arzeti berhasil mengumpulkan 30.729 suara di Sidoarjo. Di Surabaya dapat 22.456 suara. Total 53.185 suara. Sang mantan model top ini pun melenggang dengan mulus ke Senayan.

"Alhamdulillah, saya kembali mendapat amanah dari masyarakat Sidoarjo dan Surabaya," kata perempuan kelahiran Lampung dan besar di Jakarta itu.

Arzeti Bilbina merupakan 2 dari 16 caleg artis di dapil Jatim yang lolos ke DPR RI. Satu pesohor lagi yang lolos adalah Krisdayanti, penyanyi top segenerasi Arzeti. KD maju dari kampung halamannya di Malang Raya dari PDI Perjuangan.

Arzeti merupakan salah satu dari sedikit selebriti yang mampu beradaptasi dengan panggung politik. Panggung yang sebenarnya sama-sama penuh dengan sandiwara dan pencitraan.

1 comment:

  1. Selama dari Pandaan, kalau lewat mau ke Surabaya sering lihat itu poster di pinggir jalan Sidoarjo, tp gk tw itu siapa ...
    Memang style posternya mirip cover majalah, #beda kaya poster kebanyakan. Tp jujur gk tw jg dy siapa, krn berbeda kalau di televisi dg d poster.

    ReplyDelete