13 July 2018

Sepertinya Tuhan Memihak Malaysia



Akhirnya terulang lagi dan lagi dan lagi. Timnas Indonesia U-19 gagal ke final. Kalah adu penalti. Malaysia lagi-lagi menang. Padahal bermain di Gelora Delta Sidoarjo.

Semua penonton, 30 ribu orang, jelas pendukung Indonesia. Suporter Malaysia boleh dikata nihil. Tapi justru yang tertekan pemain-pemain Indonesia. Anak-anak Malaysia memang tangguh mentalnya. Tenang dan meyakinkan. Teriakan ribuan penonton Indonesia dianggap angin segar pembawa oksigen.

Dua tendangan Indonesia meleset. Sebaliknya, semua tendangan Malaysia masuk. Indonesia gagal ke final. Dipermalukan Malaysia si harimau malaya.

Saya sepertinya punya trauma dengan Malaysia. Betapa tidak. Sejak nonton bola di era hitam putih rasanya timnas Indonesia kalah melulu dari Malaysia. Sebagus apa pun timnas kita, ada saja halangan untuk mengatasi Malaysia. Sulit juara.

Maka, begitu Indonesia gagal juara grup A di Sidoarjo saya cemas. Sambil melihat latihan timnas asuhan pelatih Indra Sjafri di dekat kantor saya, Jenggolo Sidoarjo. Sambil memantau hasil pertandingan terakhir grup B di Gresik.

Waduh... Malaysia juara grup. Jadi lawan Indonesia di semifinal. Trauma pun muncul. Kalau musuhnya Malaysia ya wassalam. Sebaiknya Garuda Muda jumpa Malaysia di final. Jangan di semifinal. Banyak tokoh yang bilang begitu di internet.

Tapi takdir sepak bola punya jalan sendiri. Indonesia vs Malaysia di semifinal. Bismillah... kata orang Indonesia yang benar-benar demam timnas U-19. Pemain-pemain dan pendukung Malaysia juga baca bismillah... sama-sama bismillah. Minta tolong Tuhan agar dimenangkan.

Penyiar Valentino Simanjuntak begitu sering mengajak bangsa Indonesia memanjatkan doa kepada Tuhan. Agar Indonesia diberi kemenangan. Berdoa berdoa berdoa.... Pasti di Malaysia juga orang-orang berdoa agar timnasnya dimenangkan.

Rupanya doa-doa orang Malaysia lebih manjur. Dari dulu. Indonesia kalah lagi. Mungkin doa-doa kita kurang banyak. Atau kurang tulus. Atau isinya keliru. Terlalu egoistis. Mau menang sendiri. Emangnya Tuhan itu cuma milik orang Indonesia.

6 comments:

  1. Seperti lirik lagu Ebiet: "Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita (Indonesia) yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa"

    ReplyDelete
  2. hehe.. lagunya ebiet yg bagus.
    penyiar valentino yg melaporkan pertandingan timnas u19 di indosiar bolak balik ngajak penonton berdoa berdoa berdoa... agar indonesia menang. sebentar2 ngajak berdoa. bagus sih berdoa tapi terlalu berlebihan.

    sepak bola itu permainan biasa. adu fisik teknik strategi kerja sama dsb di lapangan. atlet atau tim yg baguslah yg menang.

    indonesia kalah melulu karena lawan lebih banyak bikin gol. meskipun lebih banyak berdoa, sujud bolak balik di lapangan dsb.

    anehnya, tiongkok yg gak pernah berdoa malah paling jago olahraga di asia. zhongguo bolak balik dapat medali emas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesalahan fatal orang2 Indonesia, karena mereka berdoa tidak menggunakan Bahasa Indonesia. Ejaan atau ucapan bahasa asing mereka salah kaprah, sehingga Yang Mahakuasa tidak mengerti arti doa mereka.
      Seandainya orang tiongkok berdoa menggunakan bahasa asing, Thian juga jadi bingung. Misalnya :
      Muenchen diucapkan Mu-ni-he
      Frankfurt diucapkan Fa-lang-ke-fu, dll.

      Delete
    2. haiya haiya... iso ae xiansheng ini. Beliau di atas pasti mangerti lah apa saja lah.

      Delete
    3. Bung Hurek, 2 jam lagi saya akan dijemput oleh taxi bandara, sekarang mau mandi dulu. Sudah tiba waktunya untuk terbang ke Tiongkok. Sayang tidak bisa nyerocos lagi di-blog anda.
      Semoga Anda selalu sehat wa'alfiat.

      Delete
    4. kamsia banyak xiansheng.
      slamet pigi tiongkok semoga slamet dan selalu sehat. titip salam untuk mr xi dan nyonya yg ciamik itu.
      matur nuwun sudah nulis banyak komentar di sini.

      Delete