11 July 2018

Matinya tiki-taka dan samba tango

Piala Dunia 2018 segera selesai. Prancis sudah dapat satu tiket ke final. Inggris vs Kroasia sebentar lagi.

Saya sih netral saja. Tidak memihak Prancis atau Inggris atau Kroasia. Sama aja. Sebab tim-tim Amerika Latin sudah lama tersingkir. Khususnya Argentina.

Apa asyiknya Piala Dunia tanpa Argentina? Dan Brasil? Bagaikan sayur tanpa garam. Begitulah pendapat om-om di NTT saat saya masih kecil di pelosok republik. Pendapat yang kemudian saya amini. Sampai sekarang.

Sepak bola Eropa memang ciamik. Industrinya luar biasa. Pemain-pemain Latin yang hebat pasti main di Eropa. Messi bahkan sejak anak-anak sudah belajar di akademi Barcelona. Sudah jadi orang Eropa meskipun paspornya Argentina.

Tapi gaya bermain bola ala Eropa terlalu tertib. Ibarat musik klasik yang sangat taat partitur. Semua ikut petunjuk dirigen. Tidak boleh menyimpang sedikit dari pakem. Inilah yang membedakan dengan gaya samba atau tango.

Gaya Argentina dan Brasil seperti musik jazz. Mereka punya bakat improvisasi sejak dari sononya. Maka seorang Maradona bisa meliuk-liuk sendiri melewati banyak pemain lawan untuk bikin gol. Gaya ini hanya bisa dimainkan seorang maestro jazz kelas wahid.

Messi juga punya talenta istimewa di bidang improvisasi. Sayang, teman-temannya kurang mendukung. Sehingga Argentina pulang terlalu awal.

Sepak bola toh pada akhirnya mencari menang. Bikin gol. Apa pun caranya. Efisiensi inilah yang dipunyai tim-tim Eropa. Kecuali Spanyol. Tim Matador bikin rekor dunia passing terbanyak tapi gagal bikin gol. Pasti kalah.

Sepak bola rupanya sudah jauh berubah. Ada VAR dsb. Gaya Latin yang samba atau tango sepertinya sudah tidak dapat tempat. Orang lebih suka balbalan yang simpel, kolektif, langsung ke tujuan. Bikin gol.

Maka Piala Dunia 2018 ini juga menandai akhir kejayaan tiki taka. Sepak bola ala Spanyol yang banyak passing, umpan pendek, muter-muter... jadi bahan tertawaan orang di warkop. Begitu juga gerakan meliuk-liuk Neymar + aktingnya yang aneh-aneh.

No comments:

Post a Comment