14 June 2018

Tren Hotel Syariah di Sidoarjo

Orang Indonesia makin religius. Makin islami. Tengok saja televisi anda. Atau media sosial. Konten-konten islami berseliweran. Ceramah-ceramah ustad paling laku di Youtube.

Rupanya gaya hidup islami ini juga ditangkap kalangan pengusaha. Ada bisnis cuci pakaian syariah. Hotel syariah. Penginapan syariah. Ada lagi ojek syariah. Air minum syariah dsb.

Hampir setiap hari saya melintas di kawasan Juanda Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Di situ ada Hotel Walan Syariah. Apa bedanya dengan hotel biasa? Tentu unsur syariahnya itu. Pasti lebih islami, pikir saya.

Haram hukumnya laki perempuan tidur di dalam satu kamar jika bukan suami istri. Surat nikah kudu ditunjukkan saat check-in. Tidak ada ruang untuk selingkuh. Apalagi membawa cewek nakal.

Benarkah demikian? Erisa Putri, Public Relations Hotel Walan Syariah Sidoarjo, membenarkannya.

"Dijamin bebas PSK. Makanan dan minuman dijamin halal," kata Erisa Putri.

Masih banyak lagi elemen yang harus dipenuhi agar sebuah hotel atau penginapan layak diberi predikat syariah. Namun, Erisa buru-buru menambahkan bahwa Walan Hotel tidak membeda-bedakan agama tamu. Siapa saja, apa pun agamanya, boleh menginap di hotel syariah di jalan raya Desa Betro, Sedati, dekat Bandara Juanda itu. Asalkan mengikuti ketentuan yang berlaku di hotel syariah.

Hotel Walan Syariah didirikan pada 24 Juni 2012. Ia menjadi hotel syariah pertama di Kabupaten Sidoarjo. Manajemen ingin menawarkan konsep hotel yang islami sesuai dengan kultur masyarakat Sidoarjo yang santri. Sekaligus menepis imaji yang berkembang selama ini seakan-akan hotel merupakan tempat yang aman dan bebas untuk selingkuh atau membawa cewek nakal dsb.

"Tak bisa dipungkiri, nama hotel lebih tendensius berkonotasi negatif lantaran kebebasan perilaku nakal para tamunya. Dulunya, seks bebas dan minuman keras serta narkoba adalah hal lazim yang bisa ditemui di hotel manapun. Insya Allah, itu tidak akan terjadi di Hotel Walan Syariah.

Pihak manajemen memiliki komitmen teguh untuk menjaga hotel dari hal berbau maksiat seperti tersebut di atas. Meski terkesan kolot dan menantang arus, penginapan dengan konsep syariah adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar," ujar Erisa.

SAYA: Setelah beroperasi selama enam tahun, bagaimana respons pasar?

ERISA: Menurut saya Mas, setelah enam tahun ini perkembangan hotel syariah makin bagus.. karena banyak tamu yang mulai mengenal konsep syariah di perhotelan. Dan mereka mengaku merasa lebih senang menginap di hotel syariah. Alasannya lebih tenang dan merasa aman.

SAYA: Ada nilai tambah begitu?

ERISA: Brand syariah jelas punya nilai tambah Mas.. karena beda dengan hotel konvensional. Alhamdulillah, dalam dua tahun ini okupansinya jauh meningkat.

SAYA: Total ada berapa kamar? Ada rencana buka cabang?

ERISA: Sejauh ini ada 41 kamar. Memang ada rencana menambah hotel serupa.. tapi pastinya belum dalam waktu dekat.. doain ya mas.

SAYA: Aplikasi semacam Traveloka apakah membantu menambah okupansi Hotel Walan Syariah?

ERISA: Sangat membantu.. karena tipe traveller kita sekarang kan smart traveller Mas.. alias apa2 lewat smart phone.

2 comments:

  1. Kalau menyediakan ustad yang khusus menikahkan siri, dan kemudian talak 1 jam kemudian, apakah ini termasuk syariah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo itu jelas pelanggaran berat dengan kedok syariah hehehe... model hotel kayak gini sangat menarik karena dia mau seleksi tamu meskipun harus menolak duit. semoga bisa langgeng.

      Delete