03 June 2018

Djaja Laksana Masih Yakin Tutup Semburan Lumpur

Semburan lumpur di Porong Sidoarjo sudah berlangsung selama 12 tahun. Persoalan ganti rugi, relokasi dsb, secara umum sudah selesai. Tinggal beberapa berkas yang tersisa yang terganjal administrasi. Duitnya sudah ditalangi negara sejak era Presiden Jokowi.

Yang jadi pertanyaan: kapan semburan lumpur itu berhenti? Masih mungkin ditutup? Apa masih ada teknologi untuk nyumbat lumpur?

PPLS yang ditugasi negara untuk menangani lumpur bilang tidak bisa. Sebab ada gunung alias mud volcano di bawahnya. Yang bisa dilakukan PPLS, sejak 2006, adalah mengendalikan lumpur. Dialirkan lewat Sungai Porong ke laut.

Satu-satunya orang yang sangat yakin bahwa semburan lumpur bisa ditutup adalah Djaja Laksana. Insinyur dari ITS ini datang lagi ke tanggul lumpur pada 29 Mei 2018. Peringatan 12 tahun Lumpur Sidoarjo seperti tahun-tahun lalu. Sambil menjelaskan metodologinya kepada wartawan.

Djaja Laksana pakai Teori Bernoulli. Dibuat bendungan besar keliling semburan itu. Sampai ketinggian tertentu tercapai titik keseimbangan. Saat itulah semburan akan berhenti.

Djaja tidak asal ngecap. Sebelumnya dia demo menutup semburan-semburan kecil alias bubble di kawasan lumpur. Berhasil. Kemudian menutup semburan di Kalimantan. Sukses. Karena itu, Djaja sangat yakin bisa mengatasi semburan di Porong.

Biayanya kan banyak?

"Memang banyak. Tapi tidak seberapa dibandingkan kerusakan lingkungan akibat lumpur ini. Sudah berapa duit yang dipakai selama 12 tahun?" ujar insinyur yang doyan main golf dan main band ini.

Mengutip penelitian sejumlah ahli geologi, lumpur diperkirakan berhenti sendiri setelah 30 sampai 40 tahun. Masih sangat lamaaa. Saat ini volumenya memang mengecil tapi tetap stabil.

Djaja tidak yakin lumpur bisa stop sendiri. Perlu ada kerja nyata untuk menghentikannya. Djaja sangat yakin dengan metode Bernoulli itu.

Sayang, pemerintah dan PPLS tidak yakin dengan solusi ala Djaja Laksana. Selain mahal, belum tentu manjur. Apalagi PPLS, sejak masih diketuai Basuki Hadi Muljono (sekarang menteri PU), sudah mencoba berbagai metode. Termasuk cara-cara dukun dengan memasukkan ribuan bola beton ke pusat semburan.

Karena itu, pemerintah apatis dengan Djaja Laksana. Hopeless. Cukup mengendalikan lumpur saja. Siapa tahu bisa berhenti sendiri. Toh, lahan sekitar 700 hektare di Porong dan sekitarnya itu sudah kosong.

PPLS dan Pemkab Sidoarjo berencana menjadikan tempat wisata geologi. Geopark. Sebab lumpur itu sangat unik. Tidak ada duanya di dunia. "Lusi itu aset untuk Sidoarjo," kata Prof Hardi yang rajin meneliti fenomena lumpur di Sidoarjo.

Djaja Laksana sih tenang saja meskipun proposal Bernoulli-nya dianggap angin lalu. Dia tetap menikmati hidup dengan main musik bersama teman-temannya yang tergabung dalam Bernoulli Band. Suara Pak Djaja boleh juga. Besar dan empuk kayak Perry Como.

Wise man say....

9 comments:

  1. Daripada coba2 dengan cara2 dukun lagi, mengapa pemerintah tidak bertanya kepada Xi Jinping.
    Orang China akal bulusnya banyak, kodrat alam pun bisa mereka akali.
    Contoh : Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Itu kodrat.
    Orang China, sejak 2500 tahun silam sudah mampu membuat Kaiserkanal yang menghubungkan kota Hangzhou ke Peking, sepanjang 1800 Km, melintasi bukit setinggi 40 M. Peralatan mereka cuma pacul.

    Ketika China membangun jalur kereta api, dari Xining ke Lhasa, sepanjang 1956 Km, melintasi gunung-es dengan ketinggian 5072 M, semua insinyur di Eropa dan Amerika menertawakan orang China, tidak mungkin bisa, sebab dibawah tanah itu ada Permafrost, kereta kalian akan ambles, itu melawan kodrat. Buktinya China berhasil, bahkan keretanya mampu lari dengan kecepatan 160 Km per jam.
    Ya ya Hurek laodi, 老弟,nanti pasti ada yang nyinyir lagi, asing - aseng, banjir kuli cina.

    ReplyDelete
  2. dui dui dui.. ternyata pemerentah lupa pake ahli2 dari tiongkok. mungkin lupa. mungkin juga gak percaya kalo tiongkok punya teknologi untuk menyumbat semburan lumpur.

    kalo gak salah, pemerentah sudah coba insinyur2 dari amerika rusia jepang indonesia tapi hasilnya 00,00. gagal total.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul juga pandangan sebagian besar rakyat Indonesia, Tiongkok tertinggal 30 tahun dari Indonesia dalam bidang tehnologi. Rakyat Indonesia harus percaya, sebab yang bilang itu Menristek.

      Delete
  3. Kemungkinan Pak Djaja punya kepentingan untuk dapat proyek besar ini. Makanya dia dicurigai BPLS.

    ReplyDelete
  4. tiongkok ketinggalan 30 tahun? kelihatannya banyak orang indonesia yg percaya itu. juga mencibir tiongkok yg dianggap cuman bisa copy paste teknologi barat. hanya orang2 tertentu kayak pak dahlan iskan saja yg tahu betul sisi lain tiongkok yg sangat hebat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe. hanya orang yg ga pernah berkunjung ke sana bilang Tiongkok ketinggalan 30 thn. Tiongkok skrg dan 30 thn lalu sangat berbeda.

      Dalam waktu 30 thn Tiongkok sudah membangun infrastruktur yg jauh melampaui Indonesia, pdhal mulainya dr nol. Selain itu mereka juga punya banyak perusahaan IT yg diproteksi pemerintah: Alibaba, Weixin, Tencent. Gojek bagus, ttp dibandingkan 3 perusahaan itu ga ada apa2nya.

      Tiongkok memandang Indonesia sama seperti Jepang memandang Indonesia sejak dulu: sbg rekan strategis dan pangsa pasar. Bukan sebagai saingan, krn terus terang saja Indonesia tidak mampu bersaing.

      Itulah kenyataannya. Indonesia menangnya di bagian demokrasi dan kebahagiaan penduduknya yg lebih nrimo dan gak stres spt wong Tiongkok.

      Delete
    2. Ada bermacam jenis demokrasi :
      Demokrasi Terpimpin yang autokratis.
      Demokrasi Perwakilan Semu, kleptokrasi, bebas nyolong asal berjemaah.
      Demokrasi Sakkarepe, tanpa rasa tanggungjawab asal rakyat bahagia bisa memaki kepala-negara goblok, pki, anake cino, bohong,......
      Demokrasi Sosial, rakyat harus taat bayar pajak progressiv, 0-15-30-50 %, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
      Sebentar lagi akan ada tanggal indah 616, ayolah demo lagi, kan ada demokrasi sakkarepe.
      Pokoke harus ada embel2 kata demokrasi, agar supaya Uncle Sam tidak marah.

      Delete
  5. pokoke yo opo carane iso nyumbat lumpur. teknologi tiongkok ada? kalau manusia bisa pigi bulan, mastinya bisa tutup semburan pelan2... iya toh xiansheng?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya belum tentu bisa, tetapi bertanya kepada ahlinya wong cino, yo ora ono salahe tho Mas. Jangan bertanya langsung kepada perusahaan swasta china, yang boss nya suka main golf, pasti dia bilang bisa atau coba2 lagi pakai cara dukun, yang penting uang masuk. Sebab itu saya sarankan pemerintah langsung bertanya kepada Xi Jin-ping.
      Kalau bisa untung, kalau tidak bisa, bagaimana solusi yang lebih menguntungkan daripada solusi yang sekarang dilakukan.
      Memang akal bulus manusia sangat banyak, tidak bersayap, tetapi mampu terbang ke bulan, mampu terbang melebihi kecepatan suara. Tidak bersirip, tetapi bisa berenang dan menyelam melebihi ikan lele.
      Berkaki dua, tetapi bisa melaju melebihi kecepatan kuda yang berkaki empat.
      Namun tetap saja kodrat tidak bisa semuanya diakali. Perpetuum mobile.

      Delete