26 May 2018

Sabun Sidoarjo Asing di Kampung Sendiri

Sabun produksi PT Megasurya Mas di Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo, paling banyak diekspor ke luar negeri. Lebih dari 100 negara. Karena itu, perusahaan ini tiap tahun dapat penghargaan dari pemerintah pusat.

Anehnya, tidak banyak warga Sidoarjo yang tahu sabun-sabun produksi PT Megasurya. Lebih dari 10 orang Sidoarjo yang saya tanya pun mengaku tidak tahu. Apalagi memakai sabun yang dibikin di Tambaksawah, desa langganan banjir di dekat Bandara Juanda itu.

Sudah lama saya mengecek toko-toko di Kabupaten Sidoarjo. Ternyata tidak ada sabun buatan Megasurya Mas. Bahkan di Tambaksawah, Tambakrejo, atau Tambaksumur yang satu kawasan dengan pabrik pengolahan kelapa sawit itu.

"Jarang ada orang yang pakai," kata Lita, mahasiswi asal Tambakrejo, tidak jauh dari pabrik sabun Megasurya Mas.

Aneh! Sabun yang katanya diekspor ke banyak negara tapi kurang dikenal di kampung halamannya sendiri. Bisa saja karena selera orang Sidoarjo memang beda dengan sabun-sabun made in Sidoarjo.

Akhirnya, pekan lalu saya menemukan sabun buatan Megasurya Mas Sidoarjo di kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Ada beberapa merek: Harmony dan Medicare. "Penggemarnya lumayan banyak. Harmony itu sabun aroma buah-buahan," kata penjaga toko yang lebih suka sabun Lux.

Sabun-sabun hotel yang mungil itu ternyata buatan Megasurya Mas juga. Sebagian besar hotel di berbagai kota di tanah air menggunakan sabun itu. Bahkan sudah lama ekspor juga.

Mengapa sabun-sabun made in Sidoarjo kurang dikenal masyarakat? Asing di tanahnya sendiri? "Karena tidak ada iklannya. Mana ada iklan sabun-sabun Sidoarjo di televisi, koran, atau majalah?" ujar seorang teman.

No comments:

Post a Comment