30 May 2018

Rahman Tamin (1907-1960) Pendiri Ratatex di Balongbendo

Oleh ROSIHAN ANWAR

Rahman Tamin, 54 tahun, Presiden Direktur Ratatex dan NV Rahman Tamin, meninggal dunia Selasa jang lalu (11 Oktober 1960) dan kemarin dikebumikan itu adalah sebuah suri teladan dari ketjakapan dan ketekunan entrepreneur swasta membangunkan suatu usaha jang berharga untuk masjarakat.

Ia berasal dari keluarga saudagar, anak Hadji Tamin. Namun tidaklah berarti bahwa segala sesuatu tadinja telah dilemparkan begitu sadja ke dalam pangkuannja. Ia harus membangunkan usahanja dikit demi dikit mulai dari alasnja.

Alas itu adalah toko kain Jakarta di Pasar Senen, jang dimulainja tidak lama setelah zaman malaise. Dari pengetjer ia meningkat djadi grosir dan di tahun 1937 ia mulai bergerak djadi importir. Tempatnja sudah di Pintu Ketjil, dan perusahaannja telah bernama Firma Rahman Tamin.

Ber-sama2 dengan adiknja, Agus Tamin, ia mempunjai feeling jang tepat sekali untuk mengetahui kain2 tekstil tjorak apa jang digemari oleh publik. Meskipun pendidikan sekolahnja hanja sampai MULO kelas I di Padang, meskipun ia tidak pernah beladjar tentang survey dan research market, management dll, sebagaimana jang dipeladjari oleh doctorandi ekonomi sekarang. Namun perusahaannja madju terus dan di zaman kolonial Belanda itu pun sudah ia diakui dan dihormati oleh pihak Belanda sebagai importir dan ahli tekstil.

Kekuatannja terletak pula pada kemampuannja untuk memimpin Tamin Gebroeders. Semua saudaranja diikutsertakannja dan diberinja tempat jang serasi dalam perusahaannja. Dari satu jang satu itu, ia mempunjai 10 saudara lainnja, di antaranja 9 laki2.

Pada ketjakapannja mengatur uang jang tidak boleh diboroskan pada pengeluaran2 konsumtif jang tidak karuan belaka. Ia tidak memiliki sifat2 OW er OKB alias orang kaja baru. Dan pada pandangannja jang tepat untuk mengalihkan usahanja pada waktu jang tepat dari perdagangan tekstil ke bidang produksi tekstil.

Maka lahirlah konsepsinja untuk membangunkan sebuah pabrik tekstil jang achirnja berwudjud dalam Ratatex jang dibuka dengan resmi di bulan Mei 1958 di Sidoarjo, mesin 4 jasin.

Ratatex dengan produksinja 500.000 meter sehari dan konon mulai November 1960 jad. Ditingkatkan lagi dengan 80%, walaupun belum kerdja dengan sepenuh kapasiteitnja berhubung hambatan2 belum adanja tambahan mesin dan kapital bagi masjarakat, tak dapat disangkal adalah vital bagi masjarakat kita di dalam memenuhi keperluan sandang rakjat.

Hanja kurang lebih setengah tahun sesudah pembukaan resminja Rahman Tamin dapat aktif memimpin Ratatex. Kemudian mulailah ia sakit2an, dan keadaan ini berlanjut terus selama kurang lebih dua tahun. Ia telah diangkat djadi anggota Depernas, tapi di situ pun karena sakit2an, ia tidak kuasa memberikan sepenuh tenaganja.

Ia telah mengecap kegembiraan dan kebanggaan swasta melihat usahanja tumbuh dan dibangunkan atas kekuasaan dan keunggulan sendiri. Ia telah membuktikan bahwa tiada beralasan untuk mempertahankan pandangan rendah si prijaji terhadap saudagar bahwa sesungguhnja orang harus pula menaruh hormat dan respek kepada pengusaha swasta, jang djikalau sadja diberi kesempatan dapat mentjipakan usaha jang berguna bagi masjarakat.

Kini Rahman Tamin entrepreneur in optima forma sudah tak ada lagi. Usahanja diteruskan oleh saudara2nja dan anak2nja. Tapi seperti harimau meninggal meninggalkan belangnja, begitulah manusia meninggal meninggalkan namanja. Nistjaja nama Rahman Tamin dikenang terus. (*)

Sumber: Harian PEDOMAN, Kamis 13 Oktober 1960

No comments:

Post a Comment