01 May 2018

Persebaya Belum Meyakinkan

Enam laga sudah dilakoni Persebaya di Liga 1. Hasilnya baru 8 poin. Kalau menangan pasti sudah 18 poin. Artinya Persebaya sudah kehilangan 10 poin.

Kemarin baru saja dikalahkan Mitra Kukar. Bahkan, saat tuan rumah bermain 10 orang, Persebaya gagal bikin gol. Skor 3-1 untuk tim asal Kaltim itu.

Kompetisi masih panjang. Putaran pertama pun kurang delapan pertandingan lagi. Masih banyak ruang bagi pelatih Alfredo untuk memperbaiki skuadnya. Khususnya mengembalikan kejayaan Persebaya yang (dulu) hobi menangan.

''Anak-anak sudah bermain dengan bagus. Cuma belum beruntung,'' kata Alfredo, pelatih jempolan asal Argentina.

Musim lalu, di Liga 2, Persebaya juga start buruk. Sampai pecat pelatih Iwan Setiawan. Tapi di tangan Alfredo, permainan Persebaya perlahan-lahan membaik. Menangan. Dan jadi juara.

Mampukah Alfredo kembali membuktikan kualitasnya sebagai pelatih bertangan dingin? Kita tunggu saja. Berbeda dengan pelatih-pelatih klub papan atas yang doyan memakai pemain jadi, timnas senior, Alfredo cenderung memanfaatkan pemain-pemain yang belum terkenal. Dia poles jadi bintang.

Itulah yang membuat Persebaya jadi juara Liga 2 musim lalu. Tanpa pemain bintang.

Tapi ini Liga 2. Ada 18 tim yang sebagian besar punya pemain kawakan. Pemain asing yang mutunya di atas rata-rata. Seperti Fernando dari Mitra Kukar yang berkali-kali mengancam gawang Persebaya. Atau Beto dari Sriwijaya FC.

Pelatih-pelatih Liga 1 juga sudah hafal gaya bermain Persebaya yang cepat, pendek, tapi suka terburu-buru. Skema ini kelihatannya mudah diredam coach lawan. Sebaliknya pelatih Persebaya kesulitan memainkan skema baru ketika plan A tidak jalan.

Minggu depan Persebaya menjamu Arema FC. Musuh bebuyutan dari Malang. Arema sekarang bukan lagi Singo Edan yang ganas dan menangan seperti masa lalu. Singo itu sudah tuay dan rada ompong. Keterlaluan kalau Persebaya tidak bisa ambil tiga poin di depan ribuan suporter setianya, Bonek.

No comments:

Post a Comment