11 May 2018

Pemilu super cepat di Malaysia

Luar biasa pemilu di Malaysia. Coblosan Rabu pagi, malamnya sudah ketahuan hasilnya. Resmi. Versi KPU. Bukan versi quick count kayak di Indonesia. Hitung cepat pun banyak yang salah. Prabowo malah dinyatakan menang di tvOne.

Besoknya, Kamis, perdana menteri baru sudah dilantik. Dr Mahathir resmi jadi PM Malaysia. Di usia 92 tahun.

Selamat untuk Dr M!
Selamat untuk rakyat Malaysia!
Tsunami politik terjadi di negara jiran. Mirip reformasi 98 yang menumbangkan orde barunya Pak Harto.

Pemilu yang luar biasa efisien, cepat, membuat saya kagum. Tidak percaya kok bisa secepat itu diumumkan hasilnya. Tidak perlu tunggu 6 bulan seperti di Indonesia.

Kemarin, 68 kepala desa dilantik di Sidoarjo. Pilkadesnya 25 Maret 2018. Hampir dua bulan setelah coblosan. Hasil coblosan kades pun tidak bisa diketahui secepat pilihan raya di Malaysia.

Begitulah. Orang Indonesia punya budaya alon-alon waton kelakon. Biar lambat asal selamat. Gak usah kesusu.

Tak lari gunung dikejar. Karena itu, pemilu kita lamaaa baru ketahuan hasilnya. Biasanya tiga empat bulan. Bahkan lima bulan. Di tingkat kabupaten saja perlu dua minggu. Belum provinsi. Kemudian nasional.

Anies Baswedan sempat curhat usai dinyatakan menang. Sebab jarak waktu dengan pelantikan sekitar 5 bulan. Ahok yang kalah tetap menjabat. Kemudian diganti Djarot karena Ahok dipindahkan ke hotel prodeo.

Mengapa budaya lambat masih dipertahankan? Di era yang bergegas ini?

Ah... sudahlah. Lain padang lain belalang, lain negara lain adat.

No comments:

Post a Comment