15 May 2018

Mampir ke Gereja Katolik Ngagel Surabaya

Sudah tiga tahunan saya tidak masuk ke Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Surabaya. Setelah tidak tinggal di Ngagel Jaya Selatan. Dulu tiap Minggu saya misa di sini. Duduk di pinggir kiri. Biasanya ketemu Mbak Jeane PR salah satu hotel bintang lima di Surabaya.

Maka ada rasa haru saat mampir lagi ke paroki lamaku ini. Masih banyak serpihan sisa-sisa bom yang meledak hari Minggu pagi 13 Mei 2018. Sejumlah pekerja dikirim Ibu Wali Kota Bu Risma untuk membersihkan sisa-sisa reruntuhan di depan.

Masih banyak polisi, tentara, dan satpol pp yang berjaga. Siaga penuh. Siapa pun tak boleh masuk ke halaman tanpa izin. Termasuk umat paroki. Termasuk wartawan media apa pun.

Karena itu, saya pun disilakan menunggu lama di luar pagar. Bersama beberapa wartawan lokal dan internasional. Saya jadi tahu Mbak Sitepu dari BBC yang tulisannya sering saya baca. Hem... mirip artis sinetron.

''Tiap hari saya baca BBC,'' kata saya, siapa tahu nona dari Jakarta berdarah Batak Karo ini senang.

''Oh ya...,'' balasnya tersenyum.

''Iya. BBC Football paling saya suka. Saya senang mengikuti analisis Liga Inggris. Sangat lengkap. Mendalam. Pakai data-data akurat. Nggak asal nulis thok,'' kata saya.

Sekitar 30 menit kemudian Sitepu dkk disilakan masuk. Ngopi dulu. Ibu-ibu paroki menyiapkan kopi, teh, nasi bungkus berlimpah di meja dekat toko buku. Untuk bapak-bapak keamanan.

Setelah wartawan bule Amerika selesai wawancara, kami masuk ke gereja Katolik terkenal itu. Oh, ada Romo Nanglek yang masih rajin pelihara brewok. Dulu sering jadi teman diskusi di markas PMKRI Surabaya. Sekarang pastor yang nama aslinya RD Petrus Canisius Eddy Laksito itu jadi direktur Seminari Tinggi Providentia Dei Surabaya. Kampusnya calon-calon imam diosesan alias RD di Keuskupan Surabaya.

Senang banget ketemu Romo Nanglek yang memang hebat itu. Sayang, di dalam gereja yang baru dibom oleh dua remaja teroris muda. Mas Aloysius Bayu Rendra yang jadi relawan jaga gereja tewas karena mencegah teroris masuk dan ngebom di dalam gereja yang umatnya sudah banyak itu.

Sitepu BBC dan wartawan lain sibuk wawancara Romo Aloysius Widyawan, pastor rekan. Cerita tentang kejadian bom dua hari lalu. Saya cuma nguping karena sudah dimuat di koran-koran. Di televisi juga sudah diulas besar-besar.

Romo Widyawan banyak menyinggung Mas Bayu. Seorang relawan yang mengorbankan diri untuk keselamatan orang lain. Pengorbanan yang tak sia-sia. Paroki mengadakan misa requiem sore harinya. Solidaritas muncul usai peristiwa tragis ini.

Romo Widyawan merasa terharu. Betapa banyak saudara-saudari yang datang untuk memberikan dukungan moral. Baik yang Katolik, Islam dsb. Semua sama-sama mengutuk peristiwa ini.

Apakah Romo sudah mengampuni pelaku (teroris)? Begitu kira-kira pertanyaan BBC.

Romo Widyawan tersenyum. Mengambil napas panjang. Lalu bilang bahwa pelaku bom ini sejatinya juga korban. Dua anak remaja yang nekat melakukan perbuatan keji ini karena mendapat didikan atau indoktrinasi dari orang lain. ''Tentu kita sudah memaafkan. Kita juga mendoakan agar tidak ada lagi peristiwa seperti ini,'' katanya.

Apakah hari Minggu nanti ada misa seperti biasa? tanya BBC lagi.

Romo Widyawan sih maunya begitu. Namun, dalam kondisi siaga satu ini, pihak gereja tentu tidak bisa membuat keputusan sendiri. Harus koordinasi dengan kepolisian dsb. ''Mudah-mudahan diizinkan,'' katanya.

5 comments:

  1. Seandainya bangsa Indonesia tidak melupakan budaya asli nya, budaya nenek-moyang nya, saya yakin peristiwa2 kekerasan takkan terjadi di Ibu Pertiwi. Saya sangat allergis, jika ada orang mengatakan, mengklaim, bahwa budaya sopan-santun, ramah-tamah, toleran, adalah berkat ajaran import yang dia peluk.
    Sopan-santun, ramah-tamah, toleran, adalah budaya luhur asli orang2 Nusantara, sebelum orang2 asing datang. Satu-satunya barang import yang berguna adalah huruf alphabet latin. Tanpa
    huruf latin, tidak ada Bahasa Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jarene pakar2 yg pinter itu telah terjadi dinamika yg luar biasa di masyarakat indonesia. budaya yg lama guyub rukun mulai berubah.. karena pengaruh dari luar.

      Delete
  2. Iki parokine cacakku sing kaping loro, Cak Lambertus. Aku melu krasa loro ati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pancen salah satu paroki yg top dan elite di surabaya. banyak orang terkenal, laopan2 yg ikut paroki ngagel. umatnya juga sangat kreatif dan punya standar liturgi yg tinggi. makanya sering juara festival paduan suara dan kesenian lainnya.

      Delete
  3. Semoga tidak ada lagi teror bom di Indonesia.

    ReplyDelete