19 May 2018

Grup WA Penuh Khotbah

Grup WA sering bikin kesal. Tahu-tahu saya dimasukkan ke beberapa grup whatsapp. Tanpa permisi. Minggu lalu saya dimasukkan ke grup WA kumpulan wartawan-wartawan senior eks koran yang sudah lama tutup.

Gak salah sih. Sebab saya sempat bekerja di situ meskipun tidak lama. "Anda harus ikut grup. Banyak info bagus," ujar Pak Bambang wartawan senior asli Malang.

Saya tolak. Sudah kebanyakan grup. Lagi pula ponsel saya tidak kuat. Kapasitasnya kecil. Eh, jurnalis lawas ini rupanya lupa. Saya dimasukkan ke grup sama admin yang tidak saya kenal. Waduh...

Sudah seminggu ini saya ikuti tulisan, foto, video di grup itu. Ternyata 95 persen ceramah agama Islam. Khotbah-khotbah. Ada juga motivator yang eks wartawan yang juga penuh pesan islami. Bahkan ada juga yang kelihatannya pendukung HTI.

Saya malas baca postingan-postingan para pensiunan wartawan itu. Terlalu banyak khotbah agama. Pagi siang malam.. selalu muncul siraman rohani. Ironisnya, bukan tulisan sendiri tapi share dari mana-mana. Kreativitas wartawan senior itu lumpuh.

Di usia senja. Kalau cuma share tulisan, foto, video... apa bedanya dengan anak kecil? Padahal para senior itu dulu sering ceramah agar reporter-reporter muda harus rajin meliput. Wawancara tatap muka. Turun ke lapangan. Banyak deskripsi. Pancaindra dipakai, kata wartawan senior yang juga anggota grup. Total anggota 100 lebih.

Saya pun mau left group. Cabut. Tapi gak enak sama beberapa senior yang akrab. WA ini memang beda dengan FB. Keluar grup WA akan terlihat semua anggota.

Kalau grup wartawan-wartawan lawas penuh khotbah Islam, sebaliknya salah satu grup orang NTT penuh khotbah-khotbah kristiani. Ada gambar, video dsb. Setelah terjadi bom di gereja, maraklah khotbah macam di gereja.
Malah lebih lebay di media sosial. Kalau di gereja cuma sekali seminggu, di grup medsos ini setiap saat. Apalagi beberapa anggota yang aktif luar biasa. Kapan kerja kalau khotbah terus? Pastor yang kerjanya (antara lain) berkhotbah pun tak bicara sebanyak ini.

Apa boleh buat, saya harus hapus grup-grup khotbah ini. Ketimbang capek membersihkan postingan tiap hari. Kesel Cak!

No comments:

Post a Comment