06 April 2018

Naik sepeda pancal ditabrak mobil

Makin banyak kecelakaan lalu lintas di Sidoarjo. Hanya karena pengemudi kurang fokus. Pengemudi main HP, melamun, buru-buru karena takut terlambat masuk kantor. Tapi ya itu... korbannya pengendara sepeda pancal atau pejalan kaki.

Kemarin seorang bapak, satpam, hilang nyawa di jalan raya Buduran. Naik sepeda pancal, santai (mana bisa ngebut?), ambil jalur paling kiri, tapi malah diserobot Mercy. Pengemudi mobil kinclong itu mahasiswa, 20, tahun.

''Anaknya gak fokus mengemudi,'' kata polisi lalu lintas.

Bapak satpam itu meninggal dunia. Langsung di lokasi. Kasihan istri dan anak-anaknya di rumah. Tiang nafkah keluarga itu hilang.

Sebagai sesama penggowes, meski bukan bike to work, saya prihatin dengan kejadian di Buduran ini. Onthelis-onthelis sudah sering jadi korban di jalan. Yang mati sudah banyak. Yang cedera ringan jangan tanya deh.

Memang itulah risiko di jalan raya. Naik sepeda pancal bisa ditabrak mobil atau motor. Jalan kaki juga disantap motor atau mobil. Dua minggu lalu seorang cewek ditabrak mati di dekat Royal Plaza Wonokromo. Padahal dia sedang menyeberang di zebra cross.

Pengendara motor tidak mau tahu. Setelah menabrak orang baru sadar. Menyesal. Tapi nyawa manusia sudah hilang sia-sia.

Kemarin puluhan konco-konco penggowes senior berkumpul di Alun-Alun Sidoarjo. Mereka berasal dari berbagai kota di tanah air. Hendak mengikuti kongres sepeda tua sedunia atau IVCA 2018 di Bali. Wabup Sidoarjo Cak Nur yang melepas rombongan ke Pasuruan. Selanjutnya estafet terus sampai ke Denpasar.

Melihat para penggowes tua yang kuat mancal dari Anyer ke Bali, saya terkagum-kagum. Soalnya saya belum mampu nggowes jarak jauh. Cuma sekali nggowes dari Gedangan ke Bangkalan. Tapi capek setengah mati. Lah, Bu Ketut dan kawan-kawan bisa nggowes seribu kilometer lebih.

''Bersepeda itu virus yang baik. Harus ditularkan ke masyarakat Sidoarjo,'' kata Cak Nur, pejabat asal Waru ini.

Virus yang baik. Hem... saya teringat kejadian di Buduran beberapa jam sebelumnya. Seorang penggowes ditabrak mati oleh mobil Mercy.

1 comment:

  1. Saya punya 3 rebewes, yaitu rebewes indonesia, eropa dan tiongkok, sudah mengemudi kendaraan di tiga negara tersebut dan di Amerika.
    Saya menyadari pengguna jalan di Indonesia dan di Tiongkok banyak yang ngawur, sekarepe dewe.
    Setiap calon pengemudi kendaraan yang sedang ujian rebewes di Eropa, selalu ditanyai StVO § 3.
    StVO singkatan Strassenverkehrsordnung, Undang-undang Lalulintas.
    StVO § 3 : Vertrauensgrundsatz, Asas Kepercayaan:
    Setiap pengguna jalan harus percaya, bahwa si pengguna jalan yang lain, memahami dan menaati Undang undang lalulintas, kecuali anak kecil, orang yang sudah tua dan orang cacat. Jadi pengemudi harus selalu waspada, mengurangi kecepatan dan siap mengalah, jika ada pengguna jalan yang tercantum dipengecualian tsb.
    Disetiap sekolah dasar, anak2 diajari tentang undang-undang lalulintas oleh polisi lalulintas,
    diuji kemahiran bersepeda dan teori. Setelah dinyatakan lulus, barulah kita mengijinkan anak2 bersepeda kesekolah.
    Saya bukan pengekor babibuta budaya barat, tetapi sadar, banyak sekali cara2 kehidupan, tatakrama orang barat yang patut ditiru oleh orang Asia, misalnya : demokrasi, toleransi,
    Ketuhanan Yang Berkebudayaan.

    ReplyDelete