20 April 2018

Makin sulit berdoa di era medsos

Berdoa itu sebetulnya tidak sulit. Doa-doa liturgi pun umumnya sudah hafalan. Sejak TK dan SD. Sembahyang pagi, sembahyang malam, doa tobat, saya mengaku, pater noster, ave maria, credo in unum deum etc.

Berdoa juga tidak butuh waktu lama. Tidak sampai 10 menit. Malah kurang lima menit saja. Apalagi doa angelus yang pendek. Misa di gereja hari Minggu pun rata-rata (di Surabaya dan Sidoarjo) hanya 70 menit. Misa harian malah lebih cepat lagi.

Tapi mengapa kita sulit berdoa? Menyisihkan waktu sedikit saja buat Tuhan? Mengapa nonton bola dua jam di depan televisi kok kuat? Pukul 02.00 sampai 04.00 pula? Main medsos bisa sampai dua jam? Dan tidak bosan-bosannya?

Mengapa berdoa yang cuma sejenak kok seperti bosan? Langsung tengok HP? Malah ada juga umat yang bolak-balik tengok HP saat misa di gereja?

Pertanyaan-pertanyaan ini sering diangkat anak-anak muda Katolik di acara retreat, refleksi, dsb. Bahkan orang-orang yang tidak muda lagi pun ikut kecanduan medsos. Jatah waktu untuk Tuhan makin sedikit.

''Saya sudah lama tidak ke gereja. Tapi malam Natal dan pekan suci pasti ke gereja,'' ujar teman lama mantan aktivis organisasi mahasiswa Katolik. Alasan utamanya sibuk. Atau kebetulan bertugas di kota yang gereja katoliknya sangat jauh. Bahkan tidak ada.

Saya pun mulai terkena virus ponsel pintar yang terhubung internet itu. Masih berdoa tapi kurang banyak. Beda dengan ketika di masa belum ada HP, internet, gadget dsb.

Di zaman kegelapan itu (belum ada listrik), kehidupan orang NTT, khususnya Flores, penuh dengan doa. Mau tidur sembahyang malam dulu. Doa tobat. Hendak berlindung ya Santa Bunda Allah. Ditutup lagu Salam Ya Ratu alias Ave Regina Mater Misericordia.

Bangun pagi sembahyang pagi dulu. Nanti jam enam lonceng malaikat berbunyi. Doa Angelus atau sembahyang malaikat. ''Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan....''

Sekarang ini ponsel alias HP seperti melekat di badan. Selalu ada di tempat tidur. Mau tidur lihat HP. Sepuluh menit. 20 menit. 30 menit. Gak terasa bablas satu jam. Apalagi nonton YouTube yang musiknya bagus dan kena di hati. Tahu-tahu sudah bablas. YouTube jalan terus, sementara mata sudah terpejam. Tubuh dan otak tidak kuat.

Sudah pasti lupa doa malam. (Orang Katolik lawas di NTT lebih suka menyebut sembahyang malam ketimbang doa malam. Sembahyang pagi ketimbang doa pagi. Sembahyang rosario ketimbang doa rosario.)

Pagi jam limaan, belum sempat sembahyang pagi, cek HP. Terkait pekerjaan. Biasanya koordinasi dengan tim pemasaran di lapangan. Kawasan mana yang paling bagus untuk ditembakin surat kabar. Potensinya di utara, dekat Juanda. Di Krian ada berita menarik. Dan sebagainya.

Sembahyang paginya kapan? Hehe... kadang lupa. Padahal sembahyang pagi versi lawas itu tidak sampai lima menit. ''Ya Tuhanku dan Allahku.. aku berlutut di hadapan-Mu.... dst dst.'' Lalu... tanda salib... selesai.

Luar biasa HP sekarang. Kontennya bikin ketagihan. Beda dengan baca koran atau majalah yang cepat selesai. Informasi dan hiburan di internet selalu segar dan menarik. Tidak pernah selesai. Tubuh dan jiwa kita yang akhirnya lelah sendiri.

Oh ya... di medsos juga ada begitu banyak doa modern. Cukup copy paste lalu kirim ke teman yang ulang tahun, anaknya sakit semoga lekas sembuh, kutip ayat suci, atau meme-meme rohani.

Seperti Pak Paul atau Pak Eddy di Surabaya yang tiap pagi mengirim video berisi doa pagi plus lagu rohani kepada semua kenalannya yang kristiani. Pagi ini lagunya Tuhan Menuntun Langkahku... yang melodinya enak.

Mungkin dengan menonton video kiriman Paul dan Edi kita sudah sembahyang pagi. Tidak perlu tutup mata, tanda salib, mendaraskan pater noster, ave maria, gloria patri etc.

Selamat sembahyang pagi!

5 comments:

  1. Ini doa pagi yg dikirim pak eddy pimpinan komunitas indo di Surabaya. Pake bahasa belanda. Aku gak ngerti.

    Moge de Heer, Almachtige God, een balsem van vrede, liefde en bescherming op je werpen, zijn licht door je lichaam laten gaan als een bron van levend water. Moge Hij al je ontdekte en verborgen ziekten genezen. In de naam van de Vader, van de Zoon en van de Heilige Geest, Amen. Geef deze zegen door aan al je contacten, inclusief mijzelf. Met grote trots en genegenheid, kies ik jou omdat je speciaal bent. Het Woord van God zegt dat Jezus gezegend was toen hij bad voor zijn vrienden ... Zegen uw vrienden en u zult gezegend zijn ... Vandaag is een dag van zegen. "Ik zegen je." "Ik zegen je hart" - Je leven. - Je gezondheid - je huis. - Je familie. - jouw werk - jouw geestelijk leven - jouw financiën en projecten, kies in de naam van CHRISTUS wie je wilt zegenen.

    ReplyDelete
  2. Orang Katholik lawas di NTT lebih cermat membedakan arti sebuah kata. Sembahyang adalah ritual sakral dihadapan Tuhan YME atau Roh Kudus, harus hormat dan pakai tatakrama sembah sujud.
    Berdoa bisa dilakukan sambil setir mobil atau korek hidung, kesannya basa-basi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata SEMBAHYANG sifatnya netral di masa lalu. Bisa dipakai untuk semua agama. Tapi belakangan ada penyempitan karena ada pengerasan doktrin di Indonesia.

      Orang Islam sekarang cenderung menghindari istilah SEMBAHYANG. Lebih suka pakai SALAT atau SHALAT yg arab dan spesifik. Katanya sembahyang itu hanya cocok untuk agama lain khususnya Hindu yg punya Hyang. Sembah Hyang.

      Kata SEMBAHYANG juga biasa dipakai untuk warga Tionghoa yg sembahyang di kelenteng atau wihara.

      Orang Katolik di kampung2 kami ya tetap aja pakai sembahyang. Masih dianggap netral. Orang Islam di Lamaholot juga bilang SEMBAHYANG kalau mau salat. Tepatnya SEMBEANG. Go kai sembeang teti langgar : Saya pigi sembahyang di langgar.

      Langgar juga tidak lagi dipakai di Jawa. Kurang affal. Kurang arab. Diganti jadi mushala. Kamus : musala.

      Dulu ada kata kerudung atau tudung (malaysia). Kemudian jadi jilbab yg lebih islami. Kemudian diganti hijab yg dianggap lebih pas. Kurang puas, ada lagi hijab syari'..

      Pergeseran kata, diksi, ini jelas menunjukkan penghayatan agama di Indonesia.

      Delete
    2. Pergeseran istilah menunjukkan pengaraban, bukan penghayatan agama, wkwkwk. Kl penghayatan agama, maka yg terjadi ialah korupsi berkurang, toleransi meningkat, kebencian terhadap ras yg berkulit lebih terang dan prasangka thd etnis yang berkulit lebih gelap akan berkurang. Kenyataannya ialah j---k.

      Delete
    3. Cara yang ampuh untuk menjajah sebuah bangsa adalah; Musnahkan Sastra dan Budaya negara dan bangsa tersebut. Orang Belanda ternyata adalah imperialis dan kolonialis yang bodoh. Belajarlah kepada orang Arab, khususnya kepada Kalifa ke III yang mengharuskan penduduk negara2 jajahan berbahasa arab.
      Saya hakulyakin tak lama lagi Bahasa Indonesia yang masih saya kuasai akan menjadi obsolet. Sejak tahun 80-an saya sudah kesulitan membaca koran Indonesia, sebab banyak kata2 singkatan, akronim, kata2 nginggris, yang saya tak paham. Sekarang sudah lebih payah lagi, bukan hanya kata2 asing yang saya tak mengerti, bahkan seluruh kalimat yang dikutip dari ayat2 kitab suci.

      Delete