10 March 2018

Presiden Xi Jinping Rada Mirip Pak Harto



Tiongkok selalu dapat porsi besar di media-media di Indonesia. Suka atau tidak. Sebab negara komunis yang partainya tunggal itu makin berpengaruh di dunia. Duitnya banyak. Investasinya menjangkau seluruh dunia.

Pekan ini koran-koran menyoroti Presiden Xi Jinping. Orang kuat Zhongguo ini disebut-sebut bakal jadi presiden seumur hidup. Konstitusi yang membatasi jabatan presiden dua periode pun diubah. Kongres rakyat, semacam MPR di sini, tinggal ketok palu saja.

Hem... Presiden Xi yang istrinya biduanita terkenal itu, Peng Liyuan, sepertinya meniru Presiden Soeharto di Indonesia. UUD 45 asli yang tidak tegas membatasi masa jabatan presiden membuat Pak Harto bisa berkuasa begitu lama. Suka-suka dia. Dan didukung oleh barisan intelektual tukang orba yang sangat piawai melakukan justifikasi. Plus indoktrinasi lewat PMP, penataran P4, PSPB dsb.

Akankah Tiongkok menjadi lebih maju dan makmur di tangan Xi Jinping?

Beberapa pengamat bilang begitu. Apalagi Tuan Xi ini dikenal punya reputasi hebat selama karirnya di pemerintahan. Mulai dari tingkat wali kota, gubernur hingga presiden. Pertumbuhan ekonomi nyaris 20 persen itu rasanya sulit diikuti negara mana pun.

Yang menarik dari Tiongkok itu adalah kehebatannya dalam memilih jalan sendiri. Tidak nyopas alias copy paste sistem demokrasi liberal ala USA. Juga tidak jiplak model komunis ala Sovyiet. Tiongkok itu memang sistem komunis tapi ada pasar bebasnya. Benar-benar unik.

Kita perlu sabar untuk melihat apakah Presiden Xi mampu menjadikan Tiongkok sebagai negara nomor satu dunia... di bidang ekonomi. Jadi jujukan negara-negara khususnya di selatan untuk memperbaiki ekonomi rakyatnya.

Amerika Serikat di tangan Presiden Trump kelihatannya gamang juga dengan Tiongkok. Ada-ada saja akal Pak Trump untuk menjepit negeri panda itu. Tapi si panda tentu masih punya 1001 jurus silat yang lihai.

13 comments:

  1. Lho itu argumen yg sama jaman Pak Harto. Indonesia tidak mengikuti demokrasi liberal. Juga tidak mengikuti jalan negara2 komunis. Demokrasi Indonesia ialah Demokrasi Pancasila, wkwkwkwk. Di mana semua camat dan lurah harus mengarahkan warga untuk nyoblos yang kuning. Kalau tidak kecamatan dan desa tidak bakal dapat anggaran belanja atau camat / lurahnya dipecat. Pegawai negeri harus mengarahkan semua anggota keluarga untuk nyoblos yang kuning, kalau tidak bapaknya tidak boleh naik pangkat. Yang berkulit kuning harus nyumbang partai yang berwarna kuning, kalau tidak keamanan tidak dijamin..... itulah Demokrasi Pancasila yang tidak mengcopy barat maupun Uni Soviet. Memang sama ... sama bodongnya wkwkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiya... betul betul betul... pak harto dan orde baru pake partai kuning itu untuk legitimasi kekuasaan. Sama aja dengan tiongkok yg satu partai. Dulu PPP dan PDI cuman pajangan aja biar dikira demokrasi beneran.

      Pak Harto memang sempat berhasil sampe 80an akhir tapi lupa daratan. Ndak mau mundur karena kue kekuasaan pancen enak... sampai digulingkan arek2 mahasiswa 98.

      Tiongkok ini yg laen dari laen.

      Delete
    2. membandingkan Xi Jinping dengan pak Harto, mirip kalau membandingkan Angela Merkel dengan Imelda Marcos.

      Delete
  2. Do not change a winning team. Sejak 18 tahun saya hidup dan menetap di RRT, sudah ikut merasakan pemerintahan dibawah Jiang Zemin, Hu Jintao dan Xi Jinping. Hanya Xi yang serius memberantas KKN. Rakyat jelata Tiongkok sangat mencintai Xi, hanya pejabat tinggi dan pengusaha kaya yang korup membenci nya, sebab selalu was-was, menunggu waktunya mereka akan dijebloskan ke penjara. Rumah saya di Tiongkok berada dalam
    perumahan yang terelit, para tetangga semuanya adalah pejabat kelas kakap. Satu per satu mereka sudah masuk penjara, setelah Xi Jinping berkuasa.
    Jangan perduli kritikan media asing dan aseng, sebab semua yang dilakukan pemerintah RRT selalu akan dikritisi. Ketika RRT membangun bendungan raksasa sungai Yangtze juga dikritik mati2-an.
    Saya pribadi tidak memusingkan bentuk pemerintahan, mau demokrasi atau diktatur egal, pokoke negoro aman tentrem, gemah ripah, loh jinawi. Semoga Jokowi juga terpilih 5 Periode.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiya.. ujung2nya memang rakyat punya perut bisa wareg dan bisa pelesir2 cuci mata lah. Buat apa demokrasi kalo rakyatnya lapar dan pejabat2 jadi maling kabeh hehe.

      Bagus juga bapa tenglang punya pengalaman di negeri tiongkok. Ternyata presiden xi disukai rakyat di sana. Kamsia

      Delete
    2. Once again, do not change a winning team.
      Xi Jinping akan mengurangi jumlah kementerian dan komisi pemerintah yang sekarang semuanya ada 34 menjadi 26, sebab banyak kementerian atau komisi2 yang fungsinya sudah tidak sesuai jaman, atau kewenangannya tumpang tindih.
      Xi akan membentuk sebuah komisi, meniru Indonesia, yang disebut Super-KPK.
      Super-KPK ini kewenangannya diatas Kejaksaan Agung maupun Mahkamah Agung.
      KKN di Tiongkok tidak kalah dahsyatnya daripada KKN di Indonesia.
      Saya punya teman di Tiongkok, dia adalah kepala BPK nya kabupaten. Saya bilang ke dia; Lu khan orang yang paling ditakuti oleh seluruh orang di Kabupaten kita.
      Dia jawab: Tidaklah, kalau gua galak2, gua sendiri yang akan dipecat. Pokoknya TST, tutup sebelah mata.
      Sekarang kalau ada Super-KPK, entah bagaimana nasibnya para tetangga saya di Tiongkok.
      Bapak Jokowi orang baik, sayangnya Beliau tidak seberani Xi Jinping.

      Delete
    3. Pak Jokowi itu lebih hebat drpd Xi. Beliau itu anak orang miskin, tetapi di era demokrasi di Indonesia bisa naik begitu tinggi, menggalang dukungan dari massa, dan memimpin eks jenderal dan PhD dari luar padahal dia lulusan lokal yang pas2an. Jokowi harus bergerak secara cerdik, tidak bisa authoritarian di Indonesia yang begitu beragam dan sarat dengan berbagai kepentingan partai2. Bahkan di partainya sendiri dia harus tepa selira dengan Bu Megawati dan klan Sukarno.

      Xi anak salah satu pendiri Gongchangdang dan RRT. Dengan statusnya (dan memang kerja kerasnya dari sejak menjadi pemimpin cabang partai di daerah terpencil), dia bisa mengkonsolidasikan kekuatan. Di suatu negara yang hanya satu partai yg begitu dominan secara historis, begitu dia punya dukungan di dalam, dia bisa hantam klik / poros Shanghai dan Chongqing, sehingga sekarang berkuasa secara penuh untuk melancarkan kebijakan2nya tanpa halangan.

      Yang harus disaluti terhadap pemerintah RRT dan Partai bukan-Komunis-lagi Tiongkok ialah walaupun mereka berkuasa mutlak, mereka tetap berjuang demi kesejahteraan rakyat, dengan segala kekurangan mereka di bidang HAM, dll.

      Ini yang tidak ada di Indonesia, yang selalu gaduh dengan kepentingan partai sendiri. Bahkan di jaman Orde Baru pun, pejabat Golkar dan ABRI memperjuangkan kesejahteraan rakyat selalu nomer dua dibandingkan memperkaya diri sendiri.

      Krn itu jangan heran kalau di 10 tahun ke depan RRT akan makin melesat meninggalkan manuk dadali yang hanya bisa terbang secepat burung pipit.

      Delete
  3. Khusus untuk Bung Hurek.
    Hari Raya Natal 2017 saya ada di Tiongkok, herannya para pelayan di toko2 swalayan tidak ada yang pakai topi kuncung, khas Santa Klaus.
    Biasanya mulai awal bulan November mereka sudah cekikikan pakai topi kuncung warna merah, pohon natal yang dihiasi dengan bola kaca warna warni dan amplop angpao kosong, sudah dipasang. Selain itu musik Jingle Bells, Jingle Bells, ber-talu2, memekakkan telinga. Tidak terdengar lagu Adeste Fideles atau Stille Nacht, pokoke rong wulan Jingle bells terus2-an. Anak2 saya selalu memasang pohon natal pada tanggal 24 Desember.
    Saya tanya kepada seorang teman, kenapa tidak ada orang pakai topi dan baju Santa Klaus ?
    Katanya dia, Xi Jinping berpidato di TV sbb.:
    Saya tidak pernah melarang kalian beragama atau berkepercaan apapun, tetapi hura2 Jingle bells itu tidak ada hubungannya dengan agama Kristen,
    itu kebudayaan barat. Kalau kalian mau meniru, ya terserah, tetapi jangan keterlaluan, melebihi orang2 Eropa. Saya tekankan itu bukan kebudayaan China !
    Begitulah jika pemimpin yang berwibawa, cukup dengan kata2 yang kalem, tanpa teriak2 dan marah2, rakyatnya nurut.

    ReplyDelete
  4. Luar biasa presiden RRT yg peduli rakyatnya. Tapi jangan jadi presiden seumur hidup lah. Pasti rusak pada akhirnya. Kayak pak harto dan pak karno.

    ReplyDelete
  5. Jelas aja orang Zhongguo takut pake topi sinterklas, putar lagu jingle bells dsb karena takut ditangkap polisi dan tentara komunis. Apalagi kalo Mr Xi sudah ngomong begitu. Gak melarang tapi aparat di bawah pasti punya tafsiran berbeda. Cari aman lah. Cincau ben gak digorok komunis.

    Kelihatan banget kalo Mr Xi ingin bikin Zhongguo jadi pimpinan blok komunis modern vs blok kapitalis USA. Lama2 semua yg berbau barat dihapus.

    Kita orang denger kalo google facebook twitter dsb diblokir di tiongkok. Lama2 orang serani juga ditindas di cungkuo karena dianggap sebagai agen2 eropa amerika.

    Selamat makan mie cungkuo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yang Bung Hurek tulis adalah benar,
      di Tiongkok Google Facebook Twitter diblokir, jadi kalau saya menulis disini, karena kebetulan saya sedang ada di Eropa.
      Ada pepatah Jerman : Was ich nicht weiss, macht mich nicht heiss. Artinya: Sesuatu yang aku tak ketahui, membuat ku tak jadi geram.
      Sekarang aku geram, Tacik Marina Kusumajati, kepala PD. Dharma Jaya, yang ditugaskan oleh Sandiaga Uno menyalurkan daging murah untuk anak2 sekolah DKI, sejak November sampai hari ini, tidak diberi uang belanja, sehingga si tacik harus ngutang kanan kiri supaya tunas bangsa bisa mendapatkan daging murah, supaya otaknya kelak tidak kopyor. Untuk anak2 tidak ada uang, tetapi trotoar yang baru dibuat oleh Djarot dibongkar total, untuk nonsense itu DKI ada uang. Untung Marina tenglang, sehingga masih ada orang yang sudi ngutangi. Lama2 si tacik ya merasa malu.
      Betul juga tulisan Anda; Xi memberi anjuran, tetapi pejabat bawahan tafsirannya lain. Memang kebanyakan pejabat China bermental penjilat.
      Ketika Xi mengangkat Cai Qi menjadi walikota dan kepala partai di Peking, banyak orang heran, bertanya kepada Xi, mengapa lu mengangkat Cai Qi seorang dari China selatan, Fujian, menjadi orang yang paling berkuasa di Peking, China utara ?
      Jawab Xi: aku kenal Cai Qi sudah lama sekali, sejak aku jadi gubernur di Fujian dan Zhejiang. Dia pejabat baik dan jujur, bukan hanya sebab itu aku mengangkatnya jadi walikota Peking, melainkan manusia Cai itu selamanya tidak pernah MENJILAT kepada ku.
      Kita orang Indonesia semuanya tahu, dan bahkan para presiden mengakui, bahwa Anggaran Belanja Negara Indonesia, dipusat dan didaerah di Korupsi 30%. Itu berarti menyesengsarakan 70 juta penduduk Republik Indonesia. Kepala DPR ikut korupsi pengadaan E-KTP trilionan Rupiah, masih bisa cengar cengir. Anas, Nazarudin, Atut,..........,dan para koruptor lainnya,
      apakah mereka itu tidak patut digorok, seperti halnya di komunis China ?
      Agen2 Eropa, terutama Amerika, memangnya gentayangan diseluruh dunia, terutama di Tiongkok. Ada kasus spionase nyata yang saya ketahui, tetapi terlalu panjang untuk menceritakannya. Kalau Bung Hurek tanya nanti saya ceritakan. Apakah spion yang membahayakan, menjual negaranya sendiri tidak patut digorok ?

      Delete
    2. Hehe... kamsia atas masukan dan informasi yg bagus dari pak tenglang yg budiman. Pejabat2 di NKRI dari jaman kuda gigit besi emang gitu deh. Kayak gubernur jakarta itulah. Suka2 dia nutup jalan.. bongkan sana sini. Alesannya kan bisa dibikin enak toh.

      Ahok itu pikirannya modern karena jakarta itu ibukota NKRI yg tak boleh kalah sama sungapura bangkok KL dsb. Tapi untuk jadi netjes dan modern kan kudu gusur pedagang2 di jalan, pinggir kali dsb. Itu yg belom semua orang ngerti. Justru itu yg bikin Ahok punya banyak musuh.

      Justru itu yg jadi modal Anies untuk menang... selain pake jurus antitenglang antikafir dsb.

      Kesimpulan: NKRI sulit maju. Sudah kalah sama burma laos kamboja yg waktu saya kecil sibuk perang tiap hari. Balbalan kita juga kalah terus. Di sea games tahun kemarin NKRI cuman dapat nomer 5. Kalah jauh sama malaysia dan singapura... sama2 makan beras.

      Tiongkok sudah pasti juara umum Asian Games 2018 di Jakarta. Sopo gelem taruhan? Hehe... Tiongkok juga beda tipis sama USA di olimpiade.

      Opo hubungane olahraga, politik dan kemajuan bangsa? Yo dikait-kaitkan aja mesti ketemu. Selamat makan mie panjang umur panjang sabar.

      Delete
    3. Ga perlu dikuatirkan. Maju pelan2 yo mboten nopo2. Sing penting rakyat iso mangan. Papan nggih cekap. Kesehatan nggih waras. Tidak perlu PNB tumbuh 8%. Tumbuh 5% pun ok. Alon2 asal kelakon. Justru alon2 itu lebih mantap. Indonesia tidak seperti Cungkuok. Sekarang demokrasi. Rakyatnya pun tidak seragam. Agamanya banyak, sukubangsanya banyak, yang tabiatnya banyak berbeda pula. Jadi normal lah kalau banyak gangguan sana sini.

      Delete