24 March 2018

Musik Liturgi di Gereja Virtual

Mulai masuk pekan suci. Minggu Palem... Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Paskah.

Saya coba masuk ke Youtube. Mencari lagu-lagu khas pekan suci. Khususnya pasio alias kisaj sengsara. Wow... luar biasa!

Youtube ibarat mukjizat penting abad ini. Ribuan musik liturgi gerejawi ada di sana. Begitu saya ketik 'Bach organ'.. muncul ribuan alternatif tawaran. Tentu saya pilih yang paling dekat dengan liturgi kita di Indonesia. Kepala Yang Berdarah. Di Flores dulu judulnya Kepala Yang Terluka.

Saya begitu kagum pada para organis yang mengisi Youtube dengan musik-musik liturgi. Salah satunya yang pakai nama Virtual Church. Gereja virtual. Gereja cukup di dalam genggaman tangan. Lagu-lagu himne gereja disajikan dalam instrumentalia organ pipa kelas tinggi.

Justru di gereja-gereja biasa, yang bukan virtual, kita sudah tidak menemukan lagi organ pipa. Apalagi dimainkan dengan kualitas tinggi. Lama-lama khasanah musik liturgi yang sangat kaya itu hanya bisa dinikmati di jagat virtual. Bach, Mozart, Palestrina, etc tersedia lengkap di Youtube.

Akhirnya, saya juga iseng mencari Exultet yang jadi lagu pujian lilin paskah. Lagu dengan melodi yang sangat indah itu. Wow... banyak sekali. Mulai versi Latin, Inggris, Spanyol, Italia dsb. Versi Indonesia juga ada tapi kurang bagus. Rekamannya seadanya.

Syukurlah, di era internet ini kita punya akses luar biasa untuk menikmati musik liturgi. Gereja Virtual menyediakan semuanya. Berlimpah ruah.

No comments:

Post a Comment