21 March 2018

Kok Protes Eksekusi Mati di Arab Saudi?

Cukup ramai berita seputar eksekusi mati Zaini di Arab Saudi. Pria asal Bangkalan ini dihukum pancung karena didakwa membunuh juragannya pada 2004. Setelah disidang dsb, terdakwa Zaini harus menjalani hukuman mati.

Prihatin. Sedih. Apalagi kita yang menolak hukuman mati. Tapi mau bagaimana lagi? Arab Saudi punya kedaulatan. Sistem hukum di negaranya memang seperti itu.
Bukankah Indonesia juga sering mengeksekusi mati warga negara asing? Bahkan rombongan berikutnya dikabarkan sudah ada. Tinggal eksekusi aja. Tinggal menunggu situasi kondusif.

Bagaimana dengan protes luar negeri? Khususnya dari negara-negara yang antihukuman mati? Hem... anjing menggonggong kafilah berlalu aja.

Indonesia biasanya sudah punya argumentasi yang dianggap kuat. Darurat narkoba. Hukuman mati memang berlaku di NKRI. Untuk efek jera. Menyelamatkan masyarakat. Dan sebagainya.

Kalau mau jujur, mayoritas orang Indonesia sangat prohukuman mati. Khususnya terhadap bandar-bandar narkoba. Ada juga yang minta agar koruptor ditembak mati.

Lah... kok sekarang protes Arab Saudi? Apa kata dunia? Apa kata Saudi?

''Kamu orang sering eksekusi mati terpidana narkoba dsb kok kita orang mau menengakkan hukum kok gak boleh!! Opo tumon.''

3 comments:

  1. “Live by the sword, die by the sword.” Jika kita menggunakan kekerasan sbg penyelesaian masalah, jangan kecewa jika kita pun ditimpa kekerasan atas masalah yg kita hadapi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kutipan yg bagus. Kasusnya selalu berulang. Cuman rame sebentar... lupa lagi. Lalu minta eksekusi mati di sini dengan 1001 alasan.
      Kemudian muncul lagi kasus TKI di luar negeri. Demonstrasi maneh. Dst

      Delete
  2. Tiga Hal Yang Sangat Penting Bagi Manusia Beriman :
    1. Agama/Kepercayaan/Ketuhanan Yang Maha Esa
    2. Harapan, dengan Doa Sujud Syukur Kepada Allah
    3. Kasih Sayang, dengan Cinta setulus hati

    Manakah yang terpenting dari 3 Kebijakan diatas, seandainya kalian disuruh memilih ?
    Saya memilih yang ke-3 !
    Apa gunanya beragama, jika manusia saling membunuh gara2 berbeda Agama atau aliran, seperti yang terjadi di Yaman saat ini.
    Apa gunanya berdoa, bersujud dengan khusyuk, jika yang diharapkan supaya Ahok cepat mampus, si Penista Agama.
    Tanpa Cinta dan Kasih Sayang, hidup tak ada gunanya. Homo homini lupus.
    Itu katanya Paulus lho, seperti tertera dalam
    Surat Korinther I. 13,13.


    ReplyDelete