22 March 2018

David Foster Konser di Surabaya

Aha, David Foster bikin konser di Surabaya, Kamis 22 Maret 2018. Tiga jam. Di Dyandra Jalan Basuki Rahmat yang dulu dikenal sebagai Toko Buku Gramedia pertama di Jawa Timur itu. Tiket paling murah Rp 600 ribu. Paling mahal Rp 5 juta.

David Foster, The Hit Man, ditemani Brian McKnight, Anggun, Dira Sugandi, Yura Yunita, dan Sandhy Sandoro. Saya agak kenal Dira dan Yura ketika masih aktif menonton dan meliput musik jazz. Dira dan Yura penyanyi ciamik di NKRI.

Anggun jangan ditanya lagi lah. Saya juga kenal ketika dia masih gadis remaja yang pakai topi baret. Saat konser di Gebang, Jember, dulu panggungnya ambruk. Anggun meloncat-loncat. ''Mengaku bujangan... kepada setiap wanita... ternyata cucunya segudang....''

David Foster? Luar biasa bapak tua dari Kanada ini. Lagu-lagu garapannya selalu enak. Biasanya ada modulasi atau overtone. Melodius. Itulah yang membius orang Indonesia sejak 80an.

Saya mulai nguping David Foster di kos-kosan Bung Raymond di Pattimura Malang. Sewaktu bung ini masih mahasiswa Brawijaya Malang. Glory of Love. You're the meaning in my life... Hard to say I'm sorry.

Bung asli Maluku ini saya lihat hampir tiap hari belajar memainkan lagu-lagu Foster. Meskipun gak gampang karena biasanya cuma lagu-lagu pop sederhana tiga kunci ala Pance atau Obbie Messakh. Intro lagu-lagu Foster selalu membekas di kepala saya. Sampai sekarang.

Satu lagu David Foster yang saya anggap sedap nian adalah yang dinyanyikan Gordon Lightfoot. Anything for Love. Korus atau refrennya sangat enak... menurut saya.

Sayang, ketika masih jaya-jayanya David Foster tidak datang ke Surabaya. Dia baru bikin konser di usia senja. Setelah 30an tahun berlalu. Penyanyi-penyanyinya pun bukan yang asli bule di kaset macam Peter Cetera atau Gordon. Tapi penyanyi-penyanyi lokal NKRI.

Makanya, saya tidak tertarik untuk menikmati konser The Hit Man itu. Saya lebih senang menikmati rekaman beliau di Youtube. Khususnya album-album versi 80an dan 90an. Rasanya beda.

2 comments:

  1. Sayang bung. Sebenarnya nonton konser itu bukan untuk David Fosternya, tetapi penyanyi2 Indonesia yang tjiamik itu berkumpul di satu tempat. Saya kagum banget dengan Sandhy Soendoro.

    David Foster itu orang Canada, walaupun berkarier di Amrik. Maka itu dia banyak kolaborasi dengan artis Canada lain yg generasi biyen, macam Anne Murray, Gordon Lightfoot. Gordon Lightfoot itu penyanyi folk terkenal sebenarnya, tidak terlalu pop. Anything for Love itu perkecualian dari diskografinya dia yang lebih folk, antara lain Sundown, If You Could Read My Mind

    ReplyDelete
  2. Dui dui dui... Lagu2 Gordon yg lain di youtube sudah saya dengar juga. Gayanya memang lain. Beda banget dengan kolaborasi dengan David Foster. Versi sama Foster itu yg bener2 membius kita orang karena melodi dan syairnya yg enak. Itu yg saya rasakan pertama kali di Jatim. Soalnya di NTT gak biasa orang dengerken lagu2 pop macam ini. Begitu juga kolaborasi Foster dengan Peter Cetera yg romantis banget. Romantis : rokok mangan gratis!!!

    ReplyDelete