05 February 2018

Selamat Jalan Maestro Yockie Suryo Prayogo

Siang kemarin, Minggu 4 Februari 2018, saya mampir di pendapa Candi Watutulis, Prambon, Sidoarjo. Buadi, pengurus candi, menyuguhkan kopi hitam setengah pahit. Setengah jam kemudian datang seniman musik setempat Mas Yus.

Meskipun belum akrab, maklum pertemuan pertama, obrolan kami sangat asyik. Lebih banyak tentang musik pop, keroncong, dangdut, hingga koplo yang sedang booming. Musisi lawas macam Yus seperti sulit mengikuti jiwa musik jaman now.

Gampang mainnya tapi gak nyantol, katanya. Beda dengan musik-musik lawas yang tetap membekas sampai sekarang. Lalu Yus kasih contoh beberapa lagu pop lawas. Salah satunya yang dibawakan Ramona Purba. Seniman serba bisa ini kemudian menyenandungkan lirik yang puitis dan dalam.

Anak-anak muda sekarang mungkin sulit menikmati lagu 80an seperti itu Mas, kata saya. Sama sulitnya dengan kita menikmati lagu-lagu koplo saat ini. Sering ikut goyang, malah sering nyanyi, sering memainkan melodinya... tapi cuma di permukaan saja. Cepat hilang. Gak nyantol di hati.

Spontan saya memutar lagu lawas dari ponsel saya. Selamat Jalan Kekasih. Penyanyinya bukan Chrisye tapi Yockie Suryo Prayogo - biasa kami sapa JSOP. Intronya pendek, sederhana... dan JSOP menyanyi.

resah rintik hujan
yang tak henti menemani...
sunyinya malam ini
sejak dirimu jauh dari pelukan
selamat jalan kekasih....

Yus tersenyum dan menyimak lagu karangan JSOP dengan antusias. Lagu yang luar biasa, katanya. Makin sulit dijumpai hari ini di era digital.

Lalu saya menceritakan diskusi selama bertahun-tahun dengan JSOP, mantan pemain kibod Godbless, sejak awal munculnya blog, kemudian media sosial, khususnya Facebook. Mas JSOP sangat serius dan intens membahas permasalahan di industri musik Indonesia yang masih centang perenang.

Ketika para seniman, khususnya komposer seperti dirinya, belum mendapat apresiasi yang layak. JSOP sangat sering menyinggung norma positif + norma sosial yang makin dipinggirkan di jaman now. Sampai sekarang profesi seniman, musisi... dianggap tidak ada, katanya.

Obrolan di pendapa candi dekat pabrik gula yang tutup tahun 2017 itu pun kian mengalir lancar. Yus bilang senang ngobrol dengan saya yang dinilai punya kemampuan untuk menganalisis musik. Yockie Suryo Prayogo itu salah satu ikon musik di tanah air, katanya.

Saya pamit pulang karena harus ngantor. Deadline dimajukan 90 menit. Kapan-kapan kita kolaborasi, main bareng, ujar Yus yang mengira saya seorang musisi.

Eh... rupanya beberapa lagu dan aransemen musik karya JSOP yang diputar di Watutulis Prambon itu semacam isyarat alam. Bahwa sang maestro, JSOP, pamit dari alam fana menuju kasunyatan. Menuju ke pangkuan sang mahadaya.

Pagi jelang siang, Senin 5 Februari 2018, muncul berita di internet. Mas JSOP meninggal dunia pada usia 63 tahun. Sempat koma selama dua bulan selepas konser terakhirnya bersama sejumlah musisi papan atas negeri ini.

Selamat jalan Mas JSOP!

Semoga berbahagia bersama Sang Pencipta di surga!

No comments:

Post a Comment