25 January 2018

Sys NS ikon radio lawas yang fenomenal

Bintang-bintang lama ikon pop 70an dan 80an pulang satu per satu. Belum lama Yon Koeswoyo, vokalis Koes Plus, dipanggil, barusan giliran Sys NS yang harus menghadap Sang Mahadaya. Sys NS tutup usia pada 23 Januari 2018 karena sakit jantung.

Sys NS, bagi saya yang pernah menikmati masa kejayaan radio, sering bawa radio kecil ke mana-mana, merupakan orang yang luar biasa. Saat itu dia pentolan Prambors. Radio yang menyebarluaskan gaya hidup anak muda ibukota ke kota-kota kecil + desa-desa di seluruh Indonesia.

Radio-radio swasta lokal biasanya ikut memutar banyolan khas Sys NS dan kawan-kawan Sersan Prambors. Serius tapi santai! Itulah istilah lawas, sersan, yang masih saya pakai sampai hari. Sersan aja... gak usah tegang-tegang, begitu pesan saya kepada mahasiswa komunikasi yang magang wartawan.

Namanya juga radio, saya hanya bisa membayangkan wajah Sys dkk di Prambos. Suara Ida Arimurti yang gurih. Ada Tono Sebastian yang suaranya dipakai untuk iklan-iklan top masa lalu. Contohnya iklan Marlboro yang dahsyat itu. "Nomor satu di Amerika... nomor satu di Indonesia!"

Betapa kagumnya saya dengan energi kreatif Sys NS dkk di Prambor zaman biyen. Betapa tidak. Mereka bikin LCLR: lomba cipta lagu remaja yang kualitasnya luar biasa. Musik pop yang sangat berkelas. Sampai sekarang pun saya tak bosan memutar lagu-lagu hasil LCLR di ponsel.

Kok bisa ya remaja tahun 70an dan 80an bisa bikin musik dengan syair yang dahsyat macam Kidung, Lilin Kecil? Aransemennya digarap Yockie Suryoprayogo - sekarang lagi sakit parah setelah bikin konser Menjilat Matahari.

Dahsyat nian pencapaian remaja masa lalu yang dikatalisasi Sys dkk di Prambors! Saya bandingkan syair dan musik lagu-lagu jaman now. Wow.. jauh banget jarak mutunya. Padahal yang menulis syair bukan remaja tapi om-om di atas 35 tahun. Lagu-lagu renyah yang easy come easy go....

Setelah reformasi, Sys NS ikut main politik. Sempat nunut sukses bersama SBY dan Partai Demokrat. Tapi kesenimanannya masih ada sisa. Ini terlihat saat dia bersama Ida Arimurti memandu Zona 80, acara lagu-lagu lawas di Metro TV.

Di situ barulah saya sadar bahwa duet maut Sys dan Ida di Radio Prambors itu ternyata tidak cocok di televisi. Kurang asyik. Tidak lancar mengalir seperti yang saya nikmati di radio-radio saat saya masih SMA dan kuliah. Orang radio yang hebat memang tidak otomatis jadi presenter televisi yang bagus.

Lama tidak mengikuti perkembangan Sys NS, saya membaca judul berita di internet. Sys NS sudah pulang.

Selamat jalan Mas!

No comments:

Post a Comment