07 January 2018

Natal dan Tahun Baru tanpa Kustomisasi

Sudah tiga empat tahun ini saya jarang menerima ucapan selamat natal dan tahun baru yang cutomized. Kustomisasi memang barang langka di zaman now. Era digital, media sosial, membuat orang malas mengetik beberapa kata sederhana : selamat natal + selamat tahun baru.

Cukup mencomot kartu ucapan digital di internet... lalu dikirim. Bagus-bagus tapi standar. Sama saja untuk semua orang. Tidak jelas siapa gerangan yang mendesain greeting card yang ciamik itu. Sebab tidak ada copyright di medsos.

Beda dengan masa lalu di zaman analog. Ketika kita masih menulis nama orang yang kita kirimi kartu + sedikit basa-basi + tanda tangan.

Di zaman SMS pun kita masih punya ruang untuk mengetik nama dan sedikit ucapan standar. Tidak main share begitu saja. Masa analog itu sudah lalu. Old school. Masa ketika kartu natal masih ditulis tangan seperti syair lagu White Christmas yang terkenal itu.

Tahun ini saya hanya dapat kiriman 3 ucapan selamat yang customized. Diketik sendiri oleh Bung Jerry teman lama yang Protestan + dua kawan yang bukan kristiani. Tentu saya jawab dengan antusias. Plus sedikit bumbu guyonan... selamat makan sagu papua untuk Jerry.

Anehnya, pesan-pesan natal dari teman yang katolik + kristen lain semuanya digital. Hasil copy paste atau comotan dari internet. Biasanya share dari teman... yang juga mencomot dari temannya dst.
Tidak ada kustomisasi. Seperti surat kendaraan bodong yang tidak ada identitasnya. Maka, saya pun diam saja. Tidak membalas ucapan-ucapan khas era digital itu.

Saya malah jengkel karena kiriman kartu-kartu digital itu justru menyedot memori ponsel + menyedot pulsa internet. Sebab kebanyakan kartu digital itu pakai musik dan video. Bagus tapi menjengkelkan.

Pagi ini, seperti pagi-pagi yang lain, saya kembali menerima ucapan selamat pagi dari seorang guru sekolah swasta terkenal di Surabaya. Tidak diketik sendiri, tidak ada kustomisasi. Cuma mencomot kartu digital yang tersedia berlimpah-limpah di jagat maya.

Maka, saya pun langsung menghapus tanpa membaca dulu. Orang itu sepertinya tidak punya waktu lagi untuk mengetik beberapa kata sederhana. Padahal selama ini dia dikenal sebagai penulis beberapa buku yang pasti terbiasa mengetik ribuan kata.

Selamat tahun baru!

1 comment: