11 January 2018

Gus Ipul dan Khofifah Sama Saja

Pemilihan gubernur Jatim 2018 ini bisa dipastikan aman dan kondusif (pinjam istilah polisi). Mustahil kayak Jakarta yang super panas dengan gorengan SARA itu. Bahkan, di daerah lain pun tidak akan panas.

Jakarta panas karena ada Ahok. Sudah minoritas pangkat tiga, gubernur inkumben itu ngomong kebablasan di Pulau Seribu. Ibarat kiper yang mengoper bola ke striker lawan yang haus gol. Ahok bukan hanya kalah telak, tapi masuk penjara. Hancur pula rumah tangganya.

Itulah politik. Bikin Wong Tenglang (Tionghoa) yang umumnya apolitik, cenderung apatis, khususnya di Jawa, tambah apatis main politik. Lebih baik goreng saham, goreng tanah, goreng sembako... ketimbang digoreng monster-monster politik.

"Bagus mana Gus Ipul atau Khofifah? Saya minta masukan Bung sebagai pengamat di Jatim," tanya seorang ketua partai politik di Sidoarjo. Sejak kapan saya jadi pengamat? Hehehe...

"Kami butuh masukan dari orang media lah," ujar kenalan yang bakal jadi caleg nomor 1 itu.

Yah... saya bilang sama saja. Gus Ipul dan Khofifah sama-sama bagus. Sama-sama NU. Sama-sama asli Jatim. Sama-sama pengalaman. Jadi, silakan anda dkk memutuskan salah satu dari dua calon ini.

Kalau saya yang suka ludruk dan wayang kulit sih lebih suka Gus Ipul. Sebab, guyonan Gus Ipul itu luar biasa. Jarang ada pejabat di Indonesia yang punya kemampuan humor sehebat Gus Ipul alias Saifullah Yusuf. Yang bisa mengimbangi Gus Ipul hanya Ki Enthus bupati Tegal yang juga dalang terkenal.

Soal gender? Tidak relevan. Buktinya, PPP yang dulu ngotot mempermasalahkan Megawati (karena menolak perempuan jadi pemimpin) sekarang justru mendukung Khofifah. Kiai-kiai di Jatim juga tidak pernah menyoal jenis kelamin seorang pimpinan daerah. Kecuali yang homoseks!

Khofifah tipe petarung. Sudah dua kali ikut pilgub Jatim, kalah terus. Tapi belum kapok. Kali ini rupanya mantan pentolan PMII asal Wonocolo ini yakin bisa menang. Ingin menuntaskan ambisinya yang tertunda selama 10 tahun.

Sebagai wagub dua periode, Gus Ipul punya modal lebih dari cukup untuk menang. Siapa pun pasangannya, Gus Ipul jelas di atas angin. Monggo Bung... silakan pilih pasangan calon yang peluang menangnya tinggi.

Pagi ini pentolan parpol itu kirim pesan. "Saya cocok sama Gus Ipul, tapi DPP menginstruksikan agar kami mendukung Khofifah," katanya.

Monggo... sami mawon!

3 comments:

  1. Pak Lambertus yang sudah lama tinggal di Jawa Timur. Apakah anda merasakan kemajuan di jaman reformasi ini, terutama kebersihan pemerintahan? Ataukah sama saja dengan jaman Orde Baru?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada plus minusnya. Jaman orba korupsi jarang terungkap karena tidak ada kebebasan pers.. tidak ada KPK, kekuasaan terpusat pada pak harto dengan jaringan ABG. Jaman reformasi kebobrokan pejabat2 jadi konsumsi publik. Korupsi atau kebersihan pemerintah ya sama saja. Malah lebih banyak maling di jaman reformasi. Makin rakus dan haus uang.

      Delete
  2. Setuju, keduanya sama saja, dan mudah-mudahan bisa buat sejuk. Tapi yang seru, ada balon yang gagal diusung "bongkar borok", yang rame kayanya di situnya, maklum kan ada yang mau nyapres, kalau koreng diutak-utik pedes juga. Coba saja ditonton dagelan ala balon gagal nyagub. Edisi komplen sama ketum parpol. Dulu kawan, jadi musuh

    ReplyDelete