26 December 2017

Pesan Natal Romo Stanis: Jadilah Palungan!

Malam Natal yang cerah. Romo Stanis Beda CM, dengan logat Flores Timur yang kental, bicara tentang palungan. Gaya homili pater ini memang dialogis. Suka tanya jawab macam guru di kelas.

"Palungan itu apa? Ada yang tahu? Silakan jawab."

Tidak ada jemaat yang acungkan tangan. Bukan karena tidak tahu palungan, tapi agak aneh aja. Beda kalau tanya jawab di kelas atau seminar. "Ayo... palungan itu apa? Palungan lho, bukan pasungan!!!"

Akhirnya, pater kongregasi misi ini menjawab sendiri. Dengan deskripsi yang agak detail. Tentang tempat makanan ternak, sapi kambing dsb... di kandang. Makanan dan minuman untuk ternak ditaruh di palungan itu. Lalu hewan ternak ramai-ramai makan.

"Bayangkan saudara-saudara... Yesus lahir di palungan," ujar pater yang homilinya selalu menggelitik dan bikin ketawa itu. Ada kalanya juga sindiran keras, humor pahit.

Kisah kelahiran Yesus di kandang binatang, palungan, Maria dan Yosef, gembala-gembala sudah sangat umum. Tertulis di Injil bagian awal. Tapi Pater Stanis mampu menggoreng lagi berita kelahiran sang penebus ini menjadi sajian yang lezat.

Palungan sederhana itu bahkan punya makna yang sangat dalam. Bisa merembet ke mana-mana. Mulai soal rumah tangga, suami istri anak, masyarakat dsb.

"Kita sering lupa palungan karena terpukau dengan pohon Natal. Tidak ada itu Yesus lahir di atas pohon," ujar pater berkacamata ini disambut tawa umat.

Selamat Natal!

2 comments:

  1. Selamat Natal Bung Lambertus. Damai di hati anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. matur nuwun.. kamsia... semoga damai dan semangat juga untuk cak boen di amrik. semoga tetap menikmati irama bapa Trump.

      di indonesia ucapan selamat makin mahal dan selalu memicu polemik luar biasa. malah katanya sudah merambah ke toko kue dsb.

      Delete