07 December 2017

Ki Boen Liong Dalang Tionghoa Ciamik

Tidak banyak orang Tionghoa yang menggeluti seni pedalangan. Opo maneh dadi dalang. Lah... wong Jowo aja belum tentu suka wayang kulit. Apalagi kids jaman now.

Nah, Tee Boen Liong ini merupakan pengecualian. Wong Tenglang Suroboyo ini sudah lama menekuni seni tradisional Jawa. Bahkan sudah lama menjadi dalang. Makanya Boen Liong lebih dikenal dengan sapaan Ki Boen Lion. Ada juga yang menyapa Ki Sabdo Sutejo.

''Kalau bukan kita yang melestarikan (wayang), lalu siapa lagi? Mosok wong Londo yang diminta belajar seni pedalangan,'' kata seniman serbabisa ini.

Ki Boen Liong sudah biasa bermain di berbagai kota. Di Surabaya dia selalu ditanggap di Kapasan, kampung pecinan di bagian utara Kota Pahlawan. Orang-orang Tionghoa di Kapasan sejak dulu punya tradisi ruwat desa atau sedekah bumi. Salah satu hiburannya adalah wayang kulit.

''Di Kapasan ini wayang kulitnya digelar dua hari berturut-turut. Puji Tuhan, kami punya dalang sendiri, ya Boen Liong itu,'' ujar Antonius Gunawan, tokoh masyarakat Kapasan.

Berbeda dengan ruwat desa di Jawa umumnya, pelaksanaan ruwat desa di Kapasan diadakan untuk merayakan hari lahir Nabi Konghucu. Ada kelentengnya yang dikenal sebagai Boen Bio itu. Gunawan mengatakan bahwa upacara ruwatan menggabungkan budaya Jawa dan Tionghoa.

''Ini yang membuat Kapasan sangat unik. Makanya sering diliput media masa,'' ujar Gunawan lantas tertawa kecil.

Tahun ini Ki Boen Liong tidak pentas di Kapasan. Ia diganti dalang remaja yang tak lain kadernya Ki Sabdo. ''Yang senior harus kasih kesempatan kepada yang muda,'' kata Boen Liong.

Kapan naik pentas lagi?

"Sebentar lagi ada saya pentas di PRJ (Pekan Raya Jakarta). Kalau gak bisa datang jangan khawatir. Nanti saya naikkan di Youtube kok,"  ujar Ki Dalang yang ramah itu.

Ada gak sinden yang cakep dan semok?

Tee Boen Liong: "Hehehe... Saiki sindennya yang semok cuma satu. Tenglang masih 15 tahun."

Hiahaha.... iso ae Ki Dalang Tenglang ini.

No comments:

Post a Comment