14 December 2017

Gereja Katolik Tidak Dikenal Tetangga

Barusan saya bersepeda lawas di kawasan Waru Sidoarjo. Mampir ke Wisma Tropodo melihat genangan air. Kawasan ini langganan banjir sejak dijadikan perumahan. Drainasenya buruk.

Singgah sebentar di halaman Gereja Katolik Salib Suci. Gereja ini dibangun oleh Romo Heribert Ballhorn SVD kalau tidak salah 30 tahun lalu. Pater asal Jerman itu berkarya selama 27 tahun di Paroki Salib Suci.

Beda dengan romo-romo diosesan yang biasa dimutasi setiap tiga tahun, romo-romo kongregasi alias reverendus pater (RP) bisa menggembala sebuah paroki dalam waktu sangat lama. Bisa puluhan tahun macam Pater Heribert ini.

Saya kemudian singgah di warkop milik seorang wartawan emeritus (pensiunan). Di Desa Tropodo, Kecamatan Waru, juga. Satu desa dengan Gereja Salib Suci itu.

"Dari mana Anda?" tanyanya ramah.

"Tadi mampir sejenak di gereja sebelah itu. Mau ngobrol sama romonya karena dari dulu romonya selalu ada yang dari Flores NTT, daerah asal saya."

"Gereja besar itu Katolik atau Protestan?"

"Katolik lah. Namanya aja Paroki Salib Suci."

Saya tidak cerita bahwa gereja itu digembalakan romo-romo SVD. Mengapa romo SVD pasti banyak dari Flores dsb. Sebab bapak yang muslim ini pasti bingung. SVD itu apa? Praja apa pula? Dan seterusnya.

Sambil ngopi (enak banget), saya merenung. Gereja Salib Suci sudah hampir 30 tahun. Kok penduduk satu desa tidak tahu ini gereja Katolik atau Protestan? Apa yang salah? Umat Katolik setempat kurang sosialisasi dengan warga di Desa Tropodo?

Umat yang bukan Katolik tidak mau tahu alias cuek? Toh, gereja itu tempat ibadah agama lain?

Syukurlah, di era digital ini ada Mbah Google yang punya peta akurat. Ada google maps. Sehingga orang Papua atau Flores yang berkunjung ke kawasan Bandara Juanda bisa bertanya ke Google di mana Gereja Katolik terdekat. Bisa juga Protestan, Pentakosta, Advent... atau lebih spesifik lagi Gereja Salib Suci atau Gereja Bethany.

Mengapa harus ke Google? Kalau bertanya kepada orang di pinggir jalan atau warga sekitar hotel hampir pasti tidak ada yang tahu. Walaupun lokasi gereja itu tak sampai 500 meter dari rumahnya.
Mbah Google jadi rujukan utama di jaman now karena manusia-manusia di dunia nyata makin cuek dengan sesama. Khususnya yang berbeda agama, aliran, ras, keyakinan dsb.

No comments:

Post a Comment