09 November 2017

Pejalan kaki kok disalahkan

Masalah pejalan kaki sedang ramai di internet. Gara-gara Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melontarkan pernyataan yang sedikit banyak menyinggung perasaan pejalan kaki. Katanya pejalan kaki justru ikut menyumbang kemacetan.

Wuih... Baru jadi pejabat sudah bikin kontroversi yang tidak perlu. Jelas saja warganet ramai-ramai mengecam bapak wagub ini. Lah, rakyat dianjurkan jalan kaki, naik kendaraan umum, kok malah diserang? Yang pakai mobil pribadi, bikin jalan macet, malah tidak disinggung sama Sandi.

Soe Tjen Marching, teman lama, dosen di London, Inggris, rupanya ikut panas membaca pernyataan Wagub Sandiaga. Wanita Surabaya yang aktivis ini kemudian menulis begini:

''Pengalaman saya selama di Indonesia: kendaraan itu justru tidak menghargai pejalan kaki. Orang mau nyeberang dilanggar saja. Trotoar dipenuhi sepeda motor plus PKL, jadinya saya males jalan. Padahal di negeri2 yg sudah lebih sadar lingkungan, berjalan itu digalakkan & pejalan kakinya dilindungi. Eh, wa-Gabener satu ini malah bilang begini: Pejalan Kaki Penyebab Semrawut Tanah Abang.''

Betul juga Dr. Soe Tjen yang asli Surabaya ini (meskipun Tionghoa). Saya sudah sering curhat soal itu. Pejalan kaki di Indonesia kalah sama kucing. Kalau kucing lewat di jalan, pengemudi mobil dan motor pasti memperlambat kendaraannya. Kasih kesempatan si kucing lewat. Sebab menabrak kucing bisa kualat.

Beda dengan manusia. Jangankan berhenti agar pejalan kaki bisa menyeberang di zebra cross, pengemudi biasanya tambah gas. Mempercepat laju kendaraannya. Maka sering banget terjadi pejalan kaki jadi korban tabrakan. Pemkot dan pemkab juga tidak membuat jembatan penyeberangan orang.

Minggu lalu saya melihat sendiri pejalan kaki ditabrak di Sidoarjo dan Surabaya. Untung tidak mati.

1 comment:

  1. Bung, kalau di Amrik pas ujian SIM, kita diharuskan belajar dan hafal bahwa prioritas nomer 1 di jalan ialah keselamatan pejalan kaki. Pejalan kaki selalu berhak jalan duluan (right of way) dalam situasi apapun.

    ReplyDelete