09 November 2017

Ganyang Malaysia cuma jargon kosong

Apa saya bilang minggu lalu. Jangan dulu puas timnas sepak bola kita bisa mengalahkan Timor Leste dan Brunei Darussalam dengan skor telak. Pelatih Indra Sjafrie mestinya paham bahwa dua negara itu levelnya jauh di bawah Indonesia.

Indonesia baru dikasih jempol kalau bisa menggasak Malaysia. Sebab sulit mengalahkan Korea Selatan yang langganan Piala Dunia. Kalau bisa mengalahkan Malaysia, apalagi skor besar tiga atau lima gol, baru hebat. Gak juara gak papa... pokoknya tidak boleh kalah sama Malaysia.

Rupanya prinsip pantang kalah sama Malaysia ini dilupakan Indra Sjafrie. Hasilnya babak belur. Kalah telak 1-5. Jelas aja timnas U-19 dimaki-maki di internet. Pelatih Indra dihajar dengan kata-kata kasar kayak brengsek dan sejenisnya. Padahal Indra pernah dipuji setinggi langit ketika membawa timnas U-19 jadi juara Piala AFF di Sidoarjo.

Kemarin dan pagi tadi saya masih membaca kecaman pedas untuk timnas U-19. Alasan Indra sengaja mencoba taktik tidak bisa diterima. Bahkan ada yang menuduh Indra kemungkinan terima suap sehingga mengalah dari Malaysia.

Kalah menang dalam sepak bola itu biasa. Tapi kalah dari Malaysia itu benar-benar menyakitkan. Kita belum lupa di SEA Games Agustus lalu Indonesia disingkirkan Malaysia di semifinal. Padahal pelatihnya Luis Mila asal Spanyol yang terkenal luar biasa.

Beberapa tahun lalu Indonesia juga disingkirkan Malaysia di final Piala AFF. Padahal di laga-laga awal Indonesia main bagus banget. Gocekan coach Alfred Riedl yang berkelas. Kok keok oleh Malaysia di final? Sulit menjelaskannya.

Saya sendiri baru mulai nonton televisi saat duduk di SMP. Di Larantuka NTT. Hitam putih televisinya pakai aki. Ngecas aki di toko kaset paling top di Jalan Niaga milik baba Tionghoa. Sejak itulah saya pelan-pelan tertarik siaran olahraga macam Dari Gelanggang ke Gelanggang, Arena dan Juara, dan siaran langsung sepak bola sesekali di TVRI.

Nah, setiap kali lawan Malaysia, acara nonton bareng puluhan orang (maklum TV sangat langka dan barang mewah saat itu) selalu heboh. Ganyang Malaysia! Ganyang Malaysia! Ganyang itu apa? Pokoknya hajar. Setelah pindah ke Jatim baru saya paham arti kata ganyang itu.

Sayang, timnas era TV hitam putih selalu kesulitan lawan Malaysia. Dihajar si penyerang jiran yang namanya Dollah Saleh. Mungkin suatu saat Indonesia akan menang. Kita ganyang Malaysia. Di sepak bola.

Tahun demi tahun berganti. Timnas sudah bolak-balik dirombak. Pemain-pemain timnas era TV hitam putih sudah jadi pelatih senior semua. Sebut saja Herry Kiswanto, Rudi Keltjes, Hermansyah, yang sempat jadi teman saya saat melatih Persebaya. Dulu saya kagum banget sama Hermansyah, kiper timnas yang nyentrik dan jago.

Tapi begitulah hasilnya....

Di tahun 2017 ini timnas Indonesia masih belum bisa mengalahkan Malaysia. Ganyang Malaysia cuma sekadar jargon kosong.

Eh, pelatih Indra Sjafrie malah memilih ngalah dari Malaysia. Brengsek!!!

No comments:

Post a Comment