06 October 2017

Ricker Winsor Bule USA Betah di Surabaya



Biasanya orang Indonesia yang kerasan di Amerika Serikat (USA). Tapi Ricker Winsor ini sebaliknya. Bapak tua ini justru betah tinggal di Indonesia. Termasuk di Surabaya yang panas itu.

Hampir setiap hari Ricker, 72 tahun, mendatangi lokasi tertentu untuk menggambar pemandangan. On the spot. Tak peduli panas, seniman ini asyik membuat sketsa. Pekan lalu suami Jovita Maryana, asal Surabaya, ini melukis di kawasan Kenjeran. Tidak jauh dari pagoda kompleks Pantai Ria.

Di tempat yang ditumbuhi tanaman liar itu Ricker dengan tekun menggambar. Cuek dengan panas terik di atas 35 celcius. Jarang sekali pelukis-pelukis lokal yang berburu di tengah panas macam ini. Biasanya melukis bareng untuk event tertentu saja.

Nah, Ricker ini selalu bermain seorang diri. Biasanya ditemani istri atau kenalannya sebagai pemandu. ''Saya bikin sketsa dulu baru dilanjutkan di rumah,'' kata pria yang sudah 45 tahun menggeluti seni rupa itu.

Garis-garis sketsa Ricker terlihat tebal dan tegas. Sekilas mirip gambar yang dibuat anak-anak sekolah di Indonesia tempo dulu. Sederhana. Tidak banyak polesan. Justru di situlah kekhasan pria yang sudah cukup fasih berbahasa Indonesia ini.

Akhir Agustus 2016, Ricker Winsor menggelar pameran lukisan bertajuk Retrospective 45 Years di Surabaya. Ada 23 karya Ricker hasil berburu di berbagai negara. Lukisan-lukisan itu ibarat jurnal atau catatan harian sang seniman yang senang berkelana di berbagai belahan dunia.

Di usianya yang kian senja, Rick rupanya makin kerasan saja di Indonesia. Tempat-tempat yang bagi kita biasa-biasa saja, bahkan kita anggap jelek, di mata Rick justru sangat eksotis. Seperti semak belukar yang liar di Kenjeran itu. Rick tambah semangat karena teman-temannya di media sosial juga terkagum-terkagum-kagum dengan pemandangan di Kenjeran.

Karen Eldred-Stephan menulis :

''Umm, I MUST ask, is that the oriental Disney World on the horizon?

But seriously Ricker, the photo is beautiful. And it shows just how exactly you've nailed it in your drawings of this kind of landscape. Van Gogh at Arles. indeed! Great work.''

Bapak Rick pun seperti dapat doping untuk terus melukis pemandangan di NKRI. Melukis ibarat terapi jiwa dan raga.

2 comments:

  1. Bapak ini lulusan Brown University, salah satu universitas terbaik di Amerika, yang satu liga dengan Harvard, Yale, Princeton, Columbia, Dartmouth, Cornell, dan U of Pennsylvania di dalam Ivy League. Kampus Brown U. ini di kota Providence, bersebelahan dengan sekolah kesenian dan desain terkemuka Rhode Island School of Design (mirip dengan Institut Seni Rupa di ITB atau Yogyakarta, begitu), di mana bapak ini belajar menggambar dan melukis. Jadi jangan disepelekan kemampuan dan imajinasinya.

    ReplyDelete
  2. Njih cak... pak rick ini memang punya sudut pandang yg berbeda dengan seniman2 lokal. Kacamata bule selalu melihat hal2 yg bagi kita biasa2 aja sebagai sesuatu yg indah dan eksotik. Wanita2 kampung yg gak layak masuk sinetron dia anggap cantik sekali. Dia tidak pernah bilang jelek....

    Mungkin saja basa-basi ala amrik yg senang bilang nice nice.. wonderful fantastic etc

    ReplyDelete