05 October 2017

Puasa menonton timnas sepak bola

Semalam tim nasional bermain lawan Kamboja di Bekasi. Dua pertandingan sekaligus. Timnas U19 disusul senior. Keduanya disiarkan langsung di televisi.

Berbeda dari biasanya, kali ini saya sengaja tidak nonton. Cuma uji coba. Friendly game. Apa pun hasilnya tidak akan ada medali emas atau trofi. Buat apa menang di uji coba kalau di SEA Games atau Piala AFF tidak bisa juara?

Saya sudah lama kecewa berat dengan timnas sepak bola Indonesia. Sering kalah di laga krusial karena kesalahan yang tidak perlu. Ada pemain bikin kesalahan konyol. Kena kartu merah. Maka timnas kalah.

Betapa kecewanya saya saat menyaksikan laga Indonesia vs Malaysia di SEA Games lalu. Hasilnya? Lagi-lagi disikat Malaysia. Gol tunggal dari sundulan pemain hitam keturunan India itu. Indonesia seperti kalah kelas.

Sebelumnya juga kalah dari Malaysia. Justru di final Piala AFF. Kok bisa kalah terus dari Malaysia? Memangnya pemain Malaysia makan roti tiap hari? Kalah dari Thailand masih bisa saya terima. Sebab standar sepak bola di Thailand sejak dulu sudah bagus.

Kok iso kalah maneh... karo Malaysia!

Maka, saya pun membuat keputusan pribadi: tidak akan menonton pertandingan timnas (semua jenjang usia) sampai kesebelasan Indonesia mampu meraih juara SEA Games atau Piala AFF. Tidak perlu Piala Asia atau Asian Games lah... karena itu hil yang mustahal.

Semoga timnas bisa juara!
Atau setidaknya bisa mengalahkan Malaysia!

1 comment:

  1. Kenapa Malaysia yang dijadikan bandingan? Vietnam dan Myanmar juga 'kuat' walhal masih baru dlm arena ini? Cemburu pada Malaysia?

    ReplyDelete