20 October 2017

Pelukis Sidoarjo Ikut PSLI 2017

Sedikitnya 10 pelukis asal Kabupaten Sidoarjo berpartisipasi dalam Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2017. Mereka menyertakan karya-karya terbaru yang ramah pasar di ajang tahunan untuk memeriahkan hari jadi Provinsi Jawa Timur itu.
Para pelukis Kota Delta yang ambil bagian di PSLI 2017 antara lain M Nasrudin, M Cholis, Bambang Tri, Wiji Sayid, Andris, Daniel De Quelyu, Bangun Asmoro, dan Wadji Iwak.

"PSLI ini jadi ajang silaturahmi dengan para pelukis dari berbagai kota di Indonesia. Kita juga bisa diskusi dan berbagi informasi tentang perkembangan seni lukis di tanah air," ujar Wadji Iwak kepada saya, Jumat 20 Oktober 2017 di Gedung JX International Jalan Ahmad Yani 99 Surabaya.

Pelukis senior asal Desa Bangsri, Sukodono, ini boleh dikata melupakan pelanggan tetap pasar seni lukis. Wadji Iwak seperti biasa menampilkan lukisan-lukisan-lukisan dengan tema ikan. Mulai ikan koi, arwana, hingga ikan bakar yang siap disajikan di meja makan.

"Sudah puluhan tahun saya melukis. Makanya, saya sudah dikenal dengan lukisan ikan. Bukan berarti saya tidak membuat lukisan-lukisan lain yang objeknya bukan ikan," ujar pelukis bernama asli Wadji Martha Saputra ini.

Sesuai nama event, pasar seni lukis, menurut Wadji, para pelukis yang datang dari Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, Gresik, Jombang, Kediri, Jakarta, Bandung, Bali, Magelang, dan kota-kota lain ini mengusung lukisan yang ramah pasar. Lukisan yang mudah diapresiasi oleh masyarakat. Khususnya kolektor lukisan. "Makanya, lukisan ikan yang saya tampilkan di sini kelihatan indah dan realis. Itu yang disukai orang banyak," tuturnya.

Meski begitu, Wadji tetap menyisipkan beberapa lukisan ikan yang cenderung abstrak dan rumit di stannya. Lukisan seperti ini dianggap mencerminkan isi hati dan idealismenya sebagai seniman. "Seorang pelukis harus bisa pandai-pandai menyiasati situasi ini agar bisa hidup dari kesenian. Kalau cuma menuruti idealisme saja, ya lukisannya sulit laku. Mau makan apa kita?" tuturnya.

Di ajang pasar seni lukis yang berlangsung selama 10 hari ini, Wadji mengaku senang karena beberapa lukisan ikannya sudah diserap pasar. Harganya? "Wah, kalau itu masih dalam proses negosiasi," ujar seniman yang juga kolektor benda-benda pusakan seperti keris bertuah itu.

No comments:

Post a Comment