31 October 2017

Orang Jerman tidak main HP

Andri Hakim, mahasiswa Indonesia di Jerman, belum lama ini menulis begini:

"Yang saya perhatikan dari rekan-rekan sejawat peneliti dan aktivis di Jerman. Mereka tidak pernah main HP untuk sosial media sepanjang waktu kerja.

"Mereka tidak bermain HP juga pada saat makan siang. Mereka tidak bermain HP saat mengobrol langsung. Mereka tidak bermain HP juga pada saat rehat sore."

Telepon seluler atau HP memang seperti candu. Magnetnya luar biasa. Orang Indonesia, khususnya di kota-kota, seperti sulit lepas dari HP. Begitu duduk di warkop atau kafe, langsung main HP. Tal ada lagi obrolan basa-basi dengan sesama pengunjung.

Siang tadi, empat murid SMA yang bolos ke kawasan Jolotundo Trawas uring-uringan gara-gara tidak ada sinyal untuk data internet. Komentarnya gak enak didengar. Kelihatan seperti stres hanya karena kehilangan koneksi di WA, Facebook dsb.

Aneh juga orang kota ini. Jauh-jauh ke Jolotundo bukannya untuk rekreasi, wisata alam, menikmati bangunan cagar budaya era Raja Airlangga tapi cari sinyal internet.
Saya jadi ingat obrolan saya dengan Pratiwi, alumnus Pesantren Gontor. Gadis asal Tulangan Sidoarjo ini bercerita di ponpes terkenal itu semua santri dilarang membawa HP. Entah HP lawas yang cuma untuk menelepon dan SMS hingga ponsel pintar atau gawai model apa pun. Jangankan HP, radio, tape recorder.. pun haram hukumnya.

Bagaimana kalau ada santri yang nekat menyelundupkan HP ke dalam pesantren?

"Tidak mungkin bisa," Pratiwi menegaskan. Sebab pemeriksaan barang-barang elektronik di lingkungan pesantren sangat ketat. Bahkan mungkin lebih ketat daripada di penjara. Belum lagi pondok pesantren biasanya punya mekanisme khusus untuk saling memantau sesama santri.

Begitulah. Ponsel, gadget, dsb yang sejatinya punya banyak manfaat kini jadi masalah di mana-mana. Kuncinya kembali ke masing-masing individu. Apakah kita bisa mengendalikan smartphone itu atau justru kita yang dikendalikan oleh HP?

Yang pasti, sudah enam tahun ini saya mengetik (hampir) semua naskah untuk blog ini pakai HP. Sejak ada promo ponsel Huawei dari Tiongkok, kemudian ganti Blackberry, dan sekarang Samsung.

No comments:

Post a Comment