06 September 2017

Wajah bopeng orang Indonesia di media sosial

Gara-gara Rohingya, orang Indonesia sibuk perang kata di media sosial. Isu SARA pun menguat lagi. Ada yang ingin mengepung Candi Borobudur segala.

Lah.. kok Borobudur? Salah apa candi yang jadi salah satu keajaiban dunia itu? 

Betul Borobudur candi yang dulu jadi tempat puja bakti umat Buddha di nusantara. Tapi sudah lama banget, jauh sebelum NKRI merdeka, Candi Borobudur jadi cagar budaya milik bangsa Indonesia. Bukan milik orang Buddha aja.

Tadinya saya pikir setelah Ahok dipenjara dua tahun, obrolan dan diskusi di medsos lebih positif. Lebih produktif. Nyatanya tidak. Medsos tetap aja rame. Selalu ada isu baru yang digoreng dengan bumbu SARA yang sangat pedas. 

Ternyata banyak sekali teman yang resah dengan situasi ini. Salah satunya Mas Hendro jurnalis senior Surabaya. Saya baca sekilas catatannya di fesbuk. 

Hendro D. Laksono:
''Lha yo. Biyen aku sempat mikir. Ahok dipenjara trus sosmed iso anteng, adem. Nang dunia nyata kene iso guyon mesra ambek jambak-jambakan maneh. Ternyata enggak. Bendino jek dipekso moco wong gegeraaaan ae...''

Ada lagi orang Surabaya yang gumun. Ke mana ciri khas bangsa kita yang welas asih, toleran, gotong royong dsb itu? 

Hehehe... 

Memangnya bangsa Indonesia itu welas asih dan toleran? Di medsos wajah penghuni NKRI ini tampak beda dengan citra yang dikembangkan selama ini. Muka kita ternyata sangar, bopeng... menghalalkan segala cara untuk kepentingan politik ekonomi ideologi dsb.

Termasuk jualan berita palsu untuk dapat duit. Alamak....

3 comments:

  1. Tolong aku dadi bingung. Kapan sih sebenarnya Indonesia merdeka ? Mergone : Saya punya seorang teman di Belanda, bapaknya dia bekas serdadu KNIL. Saya bertanya; lu lahir dimana dan tahun berapa ? Jawabnya: lahir di Malang, ditangsi tentara Rampal, tahun 1949 !
    Lho, kalau kita merdeka tahun 1945, lha koq 1949 isik ono londo lahir ditangsi tentara KNIL ?
    Kalau berani bilang Indonesia merdeka setelah KMB, nanti dimaki antek londo. Kalau bilang merdeka 1945, koq isik ono tentara KNIL dhuwe anak di Malang tahun 1949.

    ReplyDelete
  2. Ndak usah bingung'' lah. NKRI merdeka ya 17 Agustus 1945. Tapi Londo ndak mau balik kampung begitu aja. Londo ganggu kita punya NKRI sampe ada rapat meja bunder itu....
    Londo baru ngakui kita punya negara akhir tahun 1949 itu. Yah... namanya aja revolusi. Harus korban darah sampe nyawa untuk merebut kemerdekaan. Begitu kita'' omongan bapak ibu guru di sekolah jaman biyen.

    Beda dengan negara'' lain yang kemerdekaannya dikasih sama negara penjajahnya.

    ReplyDelete
  3. Dapur bopeng rapopo, sing penting uteke ora bopeng. Kulo bingung meneh, kok ada orang Indonesia yang percaya Candi Borobudur dibangun oleh para jin yang diperintah oleh Raja Salomon.
    Kok ada orang Indonesia yang percaya, bahwa Mahapatih Gajah Mada adalah seorang muslim.
    Kok bukannya merasa bangga atas mahakarya leluhur dan nenek-moyang sendiri, bahkan sebaliknya, semua yang berbau Nusantara digadaikan cuma2.
    Sudah tiba waktunya Ibu Pertiwi dipimpin oleh orang Lamalera yang berani makan Paus.
    Ketika kita ramai mengganyang Malaysia, ada sebuah restoran di Pasarbesar Surabaya, yang kebetulan pakai merek Singapur, akibatnya dihancurkan oleh massa. Apa salahnya si restoran.
    Kalau membaca komentar2 di Medsos Indonesia, saya sering geli, karena isinya lucu2, betapa kreatif dan jenakanya orang Indonesia, kalau disuruh mempermalu, menghujat dan mencacimaki lawannya.
    Komentar2 yang pakai bahasa Jerman juga banyak yang lucu2, tetapi tidak pernah kasar, lucunya beradab, mereka lebih mengutamakan fakta dan argumen, sindirannya memakai ungkapan atau peribahasa, tidak pernah direk memaki. Lawan yang argumennya kalah terbantah, tidak marah, malahan meminta maaf.
    Jangan se-kali2 kita membanggakan orang sendiri sebagai orang yang sopan dan santun, bercerminlah berulang kali. Ada ungkapan jerman :
    Selbstlob stinkt ! Memuji diri basin.
    Apakah sopan meng-olok2 seorang kepala negara dengan kata, Kebo, Kurus kerempeng, plonga plongo, anaknya Oei Hong-liong ( Ini adalah penghinaan yang sangat bukan main, memfitnah ibu seseorang berbuat serong dengan cino ), dll...
    Adakah manusia yang secara terang2-an berani menghina Xi Jinping ?

    ReplyDelete