16 September 2017

Pelukis Dharganden tutup usia



Satu lagi seniman Kota Delta berpulang ke pangkuan Sang Khalik. Dharganden, pelukis senior asal Tanggulangin, Sidoarjo, meninggal di kediamannya Perumtas II karena sakit hati dan ginjal. Komplikasi penyakit di tubuhnya ternyata sudah lama.

Kepergian pelukis yang aktif berkarya di Kampung Seni Pondok Mutiara itu tak ayal mengagetkan kalangan seniman di Sidoarjo, Surabaya, dan kota-kota lain di tanah air. Maklum, selama ini Dharganden selalu terlihat ceria, semangat, murah senyum, dan jarang sakit.

''Saya sendiri terkejut banget karena Mas Dar tidak pernah mengeluh sakit. Energi dan staminanya luar biasa untuk berkarya,'' ujar Amdo Brada, pelukis senior yang juga sahabat akrab almarhum Dharganden.

Lahir di Tanggulangin, 56 tahun silam, Dharganden dikenal luwes dan mudah bergaul dengan siapa saja. Meski sudah malang melintang di jagat seni rupa nasional, pria bernama asli Darsono itu oke-oke saja diajak melakukan pameran bersama dengan pelukis-pelukis yang jauh lebih muda.

''Almarhum senang diajak diskusi dan mau membagi ilmunya,'' ujar Muhammad Bella Bello, pelukis muda asal Desa Siring, Porong, yang kini hijrah ke Desa Penambangan, Balongbendo.

Dharganden juga selalu menekankan kepada anak-anak muda untuk berkarya dengan media apa saja. Seni rupa tidak harus mahal. Melukis bisa di mana saja. Itulah yang terlihat saat pameran bersama bertema daur ulang di Pondok Mutiara. Saat itu Darganden menggunakan papan-papan bekas untuk melukis berbagai objek menarik.

Lukisan karya Dharganden dan kawan-kawan itu dipamerkan di alam terbuka. Tepat di jalan masuk ke kompleks ruko lawas di Pondok Mutiara. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan, dan beberapa pejabat pemkab sempat mengapresiasi karyanya.

''Jadi, pameran lukisan itu tidak harus di hotel atau gedung yang mahal. Di mana saja bisa,'' ujar seniman yang gemar merokok itu.

Dharganden berencana menggelar pameran lukisan pada Oktober 2017. Maka, dia pun bekerja keras, lembur untuk menghasilkan lukisan-lukisan baru. Tapi rupanya Allah berkehendak lain....

Jenazah almarhum Dharganden dibumikan di makam umum Desa Kalisampurno, Tanggulangin. Tak jauh dari tanggul lumpur Lapindo. Selamat jalan Cak Dar! (*)

KRIS MARIYONO, pengamat seni rupa Jawa Timur, menulis:

Seniman lukis Dharsono yang memiliki nama populer Dharganden tidak hanya mampu mewujudkan kreasi karya yang unik dan naif. Dia juga pelukis yang fenomenal.

Nilai fenomenal Dharganden yang paling tinggi ketika pelukis kelahiran Surabaya 17 Agustus 1957 ini menggelar Pameran Tunggal kedua bertajuk Lingkungan Terkoyak di Galaeri Surabaya 29 Mei hingga 5 Juni 2009.

Saat itu Dharganden menampilkan salah satu lukisan dari kurang 15 lukisan yang dipamerkan berukuran panjang 13 meter lebar 120 sentimeter. Lukisan terpanjang itu menggambarkan tentang kepanikan masyarakat yang mengalami musibah bencana Lumpur Lapindo.

Memang sangat detail dan tematis pelukis yang juga dikenal sebagai ahli taman ini mengangkat persoalan lumpur Lapindo karena keluarganya merupakan salah satu korban Lumpur Lapindo di kawasan Ketapang Keres, Porong, Sidoarjo.

Pengamat seni rupa Henri Nurcahyo memberikan apresiasi bahwa bencana Lumpur Lapindo sebagai sumber inspirasi yang luar biasa bagi Dharganden yang terlibat langsung secara fisik kemudian diwujudkan dalam karyanya. Karyanya itu pun bukan sebuah eksploitasi atau dramatisasi bencana, melainkan menjadi semacam jeritan yang artistik.

Mengenali karya-karya Dharganden tidak terasa nuansa yang mendayu-dayu. Goresan-goresan karyanya tidak sedang berteriak-teriak dengan nada protes. Dharganden telah menemukan caranya sendiri bagaimana menyuarakan substansi bencana dengan tampilan yang artistik tanpa terjebak dalam karya yang semarak.

Dharganden kini tidak akan lagi melukis dari realitas yang hendak diungkapkan. Kenapa? Karena pria yang akrab dan senang berdiskusi mengenai persoalan seni rupa itu telah kembali ke hadirat Ilahi Robbi pada 16 September 2017. Ia meninggalkan sejuta kenangan tentang berbagai karyanya yang sarat persoalan sosial.

Selamat jalan Dharganden! Semoga Allah Maha Pemurah memberikan tempat yang lapang dan ampunan dosa!

No comments:

Post a Comment