27 August 2017

Malaysia masih terlalu tangguh

Pelatih sekaliber Luis Milla pun tidak mampu membuat tim nasional sepak bola kita berjaya di Asia Tenggara. Beberapa menit lalu Evan Dimas dkk dihentikan Malaysia di semifinal. Medali emas SEA Games pun masih tetap jadi impian panjang.

Terakhir kali kita meraih emas sepak bola di SEA Games 1991. Dua puluh enam tahun silam. Entah kapan timnas mampu jadi juara di ASEAN. Kumpulan 11 negara yang sama-sama sepak bolanya kurang maju.

Lah, di Asia Tenggara saja tidak bisa juara... bagaimana mau melejit ke Asia? Ikut Piala Dunia? 

Kita memang pantas kalah dari Malaysia. Meskipun Malaysia sebetulnya tidak bagus-bagus amat. Kita pantas kalah karena tidak mampu memanfaatkan peluang. Mandul di depan gawang. Sebaliknya, Malaysia mampu memanfaatkan bola lambung dari sepak pojok.

Apa yang salah dari sepak bola Indonesia? Kok selalu gagal di tangan Malaysia? Luis Milla, pelatih timnas kita, jelas bukan coach ecek-ecek. Milla bekas pelatih timnas Spanyol junior yang hebat. Milla juga mantan pemain Real Madrid. 

Tapi Luis Milla bukanlah tukang sihir yang bisa menyulap timnas jadi juara ASEAN atau Asia. Pembinaan sepak bola harus ditangani serius sejak usia sekolah dasar. Fondasinya harus kuat. Jangan harap timnas kuat jika pembinaan usia dini, remaja, dsb belum ditata dengan baik.

Luis Milla jelas gagal... kalau merujuk ke target medali emas dari Pak Eddy ketua PSSI. Tapi apakah dipecat seperti pelatih-pelatih-pelatih sebelumnya? Bisa saja. Sudah terbukti bahwa pelatih sekaliber Milla pun tidak mampu membawa Indonesia jadi juara SEA Games alias ASEAN. 

Lupakan dulu Piala Dunia atau Piala Asia. Asian Games. Level Indonesia masih jauh di bawah negara-negara kuat Asia macam Arab Saudi, Iran, Irak, Jepang, Korea Selatan, apalagi Australia. Bahkan dengan Malaysia pun kita masih kedodoran. 

Indonesia hanya sedikit di atas Timor Leste. Cuma bisa menang 1-0. Itu pun dengan susah payah.

No comments:

Post a Comment