01 August 2017

Kupinta Lagi - komposisi paduan suara yang bikin kangen

Cukup lama saya tak membahas paduan suara. Juga tidak sempat menyaksikan konser kor di Surabaya atau Sidoarjo. Paling cuma melihat kor gereja mingguan yang masih jauh dari standar minimal paduan suara yang bagus. Maklum, kor-kor lingkungan yang bertugas di gereja atau kurang latihan. Biasanya cuma rajin berlatih kalau ada lomba atau festival saja. Atau kalau kebetulan dapat tugas untuk ekaristi Paskah atau Natal. 

Eh, minggu lalu saya dengar beberapa anak SMA menyanyikan Kupinta Lagi. Sudah pasti mereka aktif di padus (paduan suara). Sebab lagu karya Cornel Simanjuntak itu memang hanya populer di paduan suara pelajar atau mahasiswa. Anak sekolah biasa kemungkinan besar tidak tahu.

Gara-gara senandung anak SMA di Sidoarjo itu, saya mencoba membongkar buku-buku-buku nyanyian  (partitur). Siapa tahu masih ada. Soalnya sebagian besar partiturku sudah disumbangkan ke beberapa adik pembina kor gereja dan mahasiswa Katolik di Surabaya. 

Puji Tuhan, masih ada buku Lagu Daerah dan Nasional susunan Nortier Simanungkalit. Almarhum Simanungkalit ini pernah dijuluki bapak paduan suara Indonesia... saking banyaknya aransemen SATB (sopran alto tenor bas) yang dia susun. Juga paling banyak menulis komposisi khusus paduan suara untuk festival di perguruan tinggi dan gereja pada tahun 1970an hingga awal 2000an.

Di buku terbitan Gramedia ini ada lagu KUPINTA LAGI. Pak Simanungkalit membuat aransemen tiga suara. Kok bukan SATB? Maklum, buku ini memang untuk pelajar sekolah dasar dan menengah pertama yang belum cocok SATB. Kor campur alias mixed choir hanya efektif untuk SMA kelas 2 dan 3. Paling bagus mahasiswa yang suaranya sudah jadi.

Melihat partitur Kupinta Lagi ini, saya jadi ingat lomba-lomba paduan suara di Jawa Timur. Baik tingkat SMA, perguruan tinggi, dan gereja. Lagu ini hampir selalu jadi lagu wajib atau lagu pilihan.

Mengapa? Memang enak banget. Dari intro sampai koda asyik. Dinamikanya banyak. Melodinya juga enak meskipun baru kenal pertama kali. Beda dengan komposisi klasik atau ciptaan N. Simanungkalit yang baru terasa enaknya ketika sudah sering dinyanyikan. 

Ada juga modulasi (ganti nada dasar) yang membuat suasana dan tempo berubah drastis. Ini memang salah satu lagu favorit saya, selain BUMIKU INDONESIA komposisi paduan suara karya Lilik Sugiarto almarhum. 

(Pak Lilik pelatih paduan suara mahasiswa Universitas Indonesia dulu saya juluki sebagai bapaknya PSM (paduan suara mahasiswa). Saking banyaknya aransemen SATB lagu-lagu daerah plus lagu ciptaannya yang dibawakan PSM-PSM di seluruh Indonesia.)

Saya pun mencoba membunyikan nada-nada Kupinta Lagi. Memang enak banget.... Bikin kangen sama paduan suara mahasiswa atau OMK (Orang Muda Katolik) - dulu Mudika (Muda Mudi Katolik). 

Syukurlah, di Youtube ada banyak rekaman Kupinta Lagi dari padus-padus pelajar dan mahasiswa. Tapi gregetnya tetap beda dengan mendengarkan langsung di arena konser. Lebih greget lagi kalau kita ikut bernyanyi bersama paduan suara... diiringi pianis cewek yang cantik dan hebat permainannya. 

..........
kulihat terang meski tak benderang 
sehingga gelap lambat laun kan lenyap....

datanglah cahaya di hati
bawalah imanku kembali
........

No comments:

Post a Comment