11 August 2017

Kisruh Gereja Bethany di Nginden

Gereja Bethany kembali jadi berita di koran umum. Bukan kabar tentang kebaktian kebangunan rohani dengan pembicara pendeta USA atau bule... tapi konflik internal. Waduh, gak asyik blas!

Selain di koran, beberapa televisi lokal juga mengangkat berita seputar gereja aliran karismatik yang sangat terkenal itu. Ratusan jemaat menghadang petugas yang hendak mengeksekusi gereja lama di Nginden Surabaya. Bangunan bersejarah yang menjadi cikal bakal Bethany hingga jadi gereja sebesar sekarang.

Sebetulnya ini konflik lama. Saling klaim kepengurusan antara Pendeta Abraham Alex Tanuseputra vs Pendeta Leonard Limanto. Sama-sama pendeta senior. Dulunya akrab, rekan kerja sehati sepikir di kebun anggur Tuhan. Tapi... begitulah, di tengah jalan ada polemik, beda pendapat, kepentingan hingga mencuat keluar.

Singkat cerita, gereja lama di Nginden Intan itu tidak jadi disita. Ditunda karena penolakan itu. ''Eksekusi ini salah sasaran. Masalahnya kan sengketa kepengurusan,'' kata Hans pengacara Bethany.

Apa boleh buat. Konflik internal di tubuh gereja yang (dulu) biasanya bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat di tingkat sinode, kini harus dibawa ke ranah hukum. Maka media massa pun mengungkap secara detail plus bumbu-bumbu opini yang cenderung menyudutkan bapak-bapak pendeta itu.

Hikmah kebijaksanaan bapak-bapak pendeta juga makin hilang justru di usia senja. Ternyata memang lebih mudah berkhotbah - tentang cinta kasih, sehati sepikir, saling mengampuni, doa Bapa Kami dsb dsb - ketimbang mempraktikkannya sendiri.

Kutipan ini sering banget dikhotbahkan pendeta atau pastor di gereja.

Matius 5 : 23-24:

''Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.''

1 comment:

  1. Doakan supaya diberi jalan terbaik. Segenap karya segalanya untuk Tuhan, bukan untuk siapa2

    ReplyDelete