24 August 2017

Indonesia makin terpuruk di SEA Games

Indonesia kelihatannya terseok-seok di SEA Games. Masih ada harapan untuk menambah medali tapi sudah pasti tidak akan bisa jadi juara. Posisi kedua pun sulit.

Betapa jauhnya perolehan medali Malaysia (peringkat 1) dengan Indonesia. Dengan Singapura saja jauh. Kok Indonesia tidak berdaya di Asia Tenggara? Padahal 11 negara yang ikut SEA Games ini sebenarnya sangat rendah levelnya di Asia. Gak usah ngomong olimpiade lah!

Di sepak bola tim nasional kita juga kelihatan susah banget mengalahkan Timor Leste. Cuma menang 1-0. Padahal, dulu, ketika masih ikut NKRI, anak-anak Timtim tidak bisa main bola. Lawan NTT, yang sepak bolanya sangat lemah, pun selalu kalah.

Tapi Timor Leste perlahan-lahan mulai maju. Skill, taktik, goreng bola... sudah bagus. Kalau tidak hati-hati, suatu ketika Indonesia jadi bulan-bulanan bekas provinsi ke-27 itu.

Saya jadi teringat masa kecil ketika menyaksikan SEA Games di TVRI. Hitam putih. Milik seorang pejabat Kabupaten Flores Timur di Larantuka. Wuih... atlet-atlet-atlet Indonesia sepertinya gampang banget dapat emas. Emas emas emas... perak... perunggu.

Indonesia pun jadi juara umum dengan mudah. Perolehan medali emas Indonesia saat itu jauh dibandingkan negara-negara lain. Malaysia? Tidak masuk hitungan.

Lah, Indonesia sekarang kok mirip negara kecil? Jadi figuran di pesta olahraga Asia Tenggara? Kalah jauh dari Malaysia dan Singapura?

Pasti ada banyak yang salah dalam pembinaan olahraga kita. Selain itu, lawan-lawan kita sudah belajar dari kegagalan masa lalu.. dan berbenah. Kita ibarat raksasa limbung yang tertidur pulas.

Saat menyaksikan timnas Indonesia vs Vietnam, saya melihat pemain-pemain kita dalam tekanan berat. Pola permainan tidak jalan. Untung seri 0-0. Indonesia seperti kalah kelas dari Vietnam.

Sangat miris. Bukan apa-apa. Vietnam (juga Laos, Kamboja, Myanmar) adalah negara-negara yang tercabik perang saudara selama puluhan tahun. Indonesia dulu bahkan menyiapkan pulau khusus untuk menampung ribuan pengungsi dari negara-negara ini.

Hebatnya, setelah perang berlalu, Vietnam Laos Kamboja Myanmar mulai menata diri. Gencar membangun. Termasuk bidang olahraga. Hasilnya dahsyat. Indonesia yang dulu raksasa ASEAN sekarang justru jadi kerdil di bidang olahraga. Dan bidang-bidang lain.

Cak Imam, menpora, target sampean Indonesia peringkat berapa? Pak Menteri yang dulu tinggal di Jabon Sidoarjo ini kelihatan cuma ngomong ngalor ngidul di televisi. Gak jelas. Karena memang dia tahu betul peluang Indonesia untuk finis tiga besar pun sulit.

Masih lumayan ada insiden bendera terbalik yang dibuat panitia SEA Games. Kita bisa maki-maki Malaysia yang panen medali emas.

No comments:

Post a Comment