22 July 2017

Terlalu banyak PTS kacangan

Berapa banyak perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia? Jawabannya ada di Google. Yang paling valid tentu dari mulut M Nasir, menteri pendidikan tinggi dan riset. Pak Menteri mengungkapkan total perguruan tinggi 4.529.

Rinciannya: 370 perguruan tinggi negeri (PTN). Sisanya swasta alias 4.159 biji. Bayangkan, empat ribu lebih kampus swasta. Alias 92 persen. 

Saking banyaknya, saya tidak hafal nama-nama PTS di Surabaya dan Sidoarjo. Yang kita tahu hanya kampus-kampus swasta yang sudah kondang macam Petra, Ubaya, Widya Mandala, atau Ubhara. Yang terakhir ini saya tahu karena dempet dengan Graha Pena.

Dari 4528 perguruan tinggi negeri dan swasta itu, hanya 50 kampus yang berakreditasi A. Rinciannya : 24 negeri dan 26 swasta. Syukurlah, Unibersitas Negeri Jember masuk akreditasi A. Tergolong elite di Jawa Timur. Gak nyangka.

Apa artinya data yang baru dirilis pemerintah itu? Sederhana saja. Kita di Indonesia masih menang angka (kuantitas) tapi sangat lemah di mutu. Bayangkan... perguruan tinggi yang akreditasi A tidak sampai 1 persen. Tepatnya 0,5 persen. Kampus negeri yang dibiayai negara pun hanya 6 persen. 

PTS yang masuk kelas A cuma 0,6 persen. Paling banyak yang belum bisa diakreditasi alias cuma terdaftar. Atau kelas C yang jumlahnya ribuan itu.

Mengerikan! Tanpa ada solusi yang revolusioner, jangan harap mutu pendidikan tinggi kita membaik. Pemerintah tidak punya pilihan lain selain bertindak sangat keras alias revolusioner itu. Artinya menutup kampus-kampus yang memang sulit berkembang atau tidak memenuhi syarat cukup.

Moratorium pendirian kampus baru saja tidak cukup. Obral izin di masa lalu telah membuat kondisi perguruan tinggi jadi runyam seperti sekarang. Orang akhirnya hanya memburu gelar di depan dan belakang namanya tanpa peduli mutu dsb.

No comments:

Post a Comment