19 June 2017

Sidoarjo hanya perlu satu klub super

Sidoarjo mestinya hanya punya SATU klub sepak bola yang berlaga di level tinggi. Sidoarjo tidak punya kapasitas ekonomi, sumber daya, pemain-pemain bermutu untuk membentuk lebih dari satu klub di Liga Indonesia.

Sayang, rupanya orang-orang bola di Kabupaten Sidoarjo sulit bersatu. Dan mengalah. Egonya terlalu tinggi. Maka wacana merger klub-klub besar di Sidoarjo gagal total. Situasi persepakbolaan di Sidoarjo pun tak beranjak dari masa lalu. Bahkan mungkin lebih buruk.

Saat ini ada beberapa klub Sidoarjo yang berkiprah di Liga 2 dan Liga 3. Persida di Liga 2, Deltras di Liga 3. Sinar Harapan dari Tulangan juga main di Liga 3. Selevel dengan Deltras.

Ada juga klub luar yang memilih homebase di Sidoarjo. Kalau tidak salah Jombang FC di Tulangan. Mitra Muda di Gedangan. Dulu Bhayangkara FC (papan atas Liga 1) di Gelora Delta Sidoarjo. Sebelumnya lagi Laga FC juga berumah di Sidoarjo.

Sayangnya, semua klub ini tidak punya penonton setia. Stadion selalu kosong. Maka Bhayangkara memilih hengkang ke Bekasi atau Jakarta. Laga FC juga lari ke Jawa Tengah.

Dari sekian banyak tim itu, sebetulnya hanya dua yang bisa dianggap mewakili Sidoarjo: Deltras dan Persida. Yang punya nama besar tentu Deltras. Persida yang merupakan klub tertua (tepatnya perserikatan) tidak terlalu buruk. Siapa sangka Persida bisa lolos ke Liga 2 alias Divisi Utama? Deltras yang justru terjun ke kasta terendah.

Baik Persida maupun Deltras sama-sama sulit dapat sponsor alias duit. Apalagi ada larangan menggunakan APBD untuk membiayai sepak bola di daerah. Larangan itulah yang membuat Deltras akhirnya degradasi. Dulu punya nama besar ya karena didukung APBD.

Musim kompetisi tahun ini sangat berat bagi semua klub Sidoarjo. Ini akan menjadi seleksi alam sekaligus bahan evaluasi bagi pengurus PSSI Sidoarjo, pemkab, suporter, stakeholder yang lain untuk melakukan evaluasi.

Apakah tetap semangat ikut kompetisi terbawah, Liga 3, buat cari pengalaman pemain muda, kemudian dijual ke klub-klub di atasnya? Atau membentuk satu tim yang benar-benar tangguh? Sebagai ikon Kota Sidoarjo?

Kita bisa belajar dari tetangga di utara itu. Persebaya makin mantap sebagai satu-satunya ikon kebanggaan arek Suroboyo. Loyalitas ribuan bonek tidak ada duanya di Indonesia. Dan, ironisnya, sebagian besar anak-anak muda Sidoarjo penggemar bola justru bonek alias suporter fanatik Persebaya.

Maka, kalaupun Sidoarjo hanya punya satu superclub, belum tentu Gelora Delta Sidoarjo dijubeli penonton. Apalagi dengan banyak tim seperti sekarang.

No comments:

Post a Comment