29 June 2017

Khilafah yang gerogoti Pancasila

OJO SAMPE KRIWIKAN DADI GROJOGAN!

Begitu peringatan Prof Dr Tjuk Kasturi Sukiadi, dosen emeritus Universitas Airlangga Surabaya. Ibarat bara api kecil di puntung rokok, kalau dibiarkan bisa menjadi bencana kebakaran hebat. Ratusan bahkan ribuan hektare hutan bisa terbakar ludes.

Pak Tjuk yang nasionalis tulen, sukarnois, menggunakan ungkapan Jawa soal kriwikan saat diskusi informal membahas situasi kebangsaan saat ini. Konservatisme agama makin menjadi. Ada gerakan sistematis, masif, dan terstruktur untuk mengubah dasar negara Pancasila.

Pancasila mau diganti paham khilafah yang transnasional. Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45, NKRI mau dibubarkan. Diseminasi ideologi khilafah ini begitu deras di media sosial. Bahkan masuk sekolah-sekolah dasar sampai universitas.

Pemerintah pun kewalahan. Mau membubarkan HTI saja sulitnya bukan main. Karena paham khilafah itu sudah banyak pendukungnya. Jadi, bukan lagi cuma kriwikan... tapi sudah membesar meskipun belum sampai taraf grojokan.

''Yang mau berpetualangan mengubah negeri dengan KONSEP ABSURD YG NGGAK JELAS itu jumlahnya berapa orang! SENYAMPANG KEKUATANNYA MASIH KECIL DAN LEMAH LIBAS SAJA! Jangan sampai terjadi Kasus yg dalam ungkapan Jawa : KRIWIKAN DADI GROJOGAN!" Begitu peringatan keras Prof Tjuk Sukiadi.

Contohnya tidak usah jauh-jauh. Saat ini pemerintah Filipina sedang kewalahan menanangi kasus MARAWI yang terkait ISIS dan paham khilafah itu. Kombatannya tidak sampai 500 orang. ''Tapi karena nggak ditangani secara tepat dari sejak awal, mereka sempat menguasai sebuah wilayah dan MEREPOTKAN militer Filipina dan sekarang jadi MASALAH tiga negara Asia Tenggara: Filipina, Indonesia dan Malaysia!'' ujar profesor yang rajin menonton konser musik klasik di Surabaya itu.

Presiden Jokowi bersama pembantu-pembantunya tentu sudah punya agenda untuk menyelamatkan bangsa dari para petualang ideologi absurd dan fasis itu. Ojo sampe dadi grojokan!!!

1 comment:

  1. Khilafah Indonesia itu ialah begini: negara yg pejabatnya bila tertangkap kena kasus korupsi alasannya krn khilaf.

    ReplyDelete