12 May 2017

Vonis Ahok yang overdosis


Vonis 2 tahun penjara untuk Gubernur Ahok memang terlalu berat. Ini kalau dibandingkan tuntutan jaksa yang cuma hukuman percobaan.

Sebaliknya, dari sudut lawan-lawan Ahok yang rajin unjuk rasa itu, hukuman 2 tahun terlalu ringan. Sebab mereka maunya minimal 5 tahun. Saat orasi bahkan ada tokoh yang meneriakkan hukuman yang sangat sangat berat.... digantung!

Berat ringan memang relatif. Tergantung kepentingan. Maka majelis hakim sebagai wakil Tuhan yang mestinya jadi penengah. Membuat ultra petita alias memutuskan jauh lebih tinggi ketimbang tuntutan tidak bisa dibilang bijaksana.

Yang lebih ganas lagi: hakim malah meminta Ahok ditahan saat itu juga. Wow... putusan yang rasanya membuat para lawan politik Ahok pun geleng kepala. Mereka memang meminta Ahok dipenjara tapi sesuai prosedur.

Artinya, Ahok dijebloskan ke penjara setelah putusan itu inkracht. Alias sudah banding sampai MA. Alias sudah mentok.

Lah, terdakwa Ahok banding kok langsung eksekusi? Ditahan? Ada apa dengan majelis hakim? Memangnya Ahok itu tersangka teroris atau penjahat berbahaya sehingga perlu dikurung di penjara?

Tentu majelis hakim yang mulia, yang punya pengalaman membuat vonis, punya pertimbangan tertentu. Tapi rakyat, setidaknya yang bersimpati pada Ahok, merasa vonis ini berlebihan.

''Overdoing! Overkill!'' kata ahli hukum Todung Mulya Lubis.

Ahok sudah kalah telak di pilkada DKI Jakarta. Dia bersama wagub Djarot tinggal menyelesaikan tugas untuk melayani rakyat Jakarta sampai Oktober 2017. Tinggal 4 bulan lebih sedikit.

Mengapa majelis hakim tidak memberi kesempatan kepada Gubernur Ahok untuk menyelesaikan tugasnya sampai Oktober? Toh dia pasti diganti
Anies. Toh, kalaupun tidak ditahan sekarang (karena belum inkracht), Ahok pasti dipenjara juga ketika sudah ada putusan final dari MA.

Sayang, majelis hakim rupanya sangat gregetan. Tidak sabar melihat Ahok menyelesaikan sisa masa baktinya. Apa pun protes orang, kecaman luar negeri, hakim sudah ketok palu. Ahok divonis sebagai penoda agama.

Yang jelas, ketika ribuan orang melakukan aksi simpati untuk Ahok, majelis Ahok naik pangkat. Dapat promosi. Katanya jubir MA sih cuma kebetulan. Hem....

Selamat untuk majelis hakim!

1 comment:

  1. Ada kekuatan2 yang sangat berkepentingan untuk Ahok dihukum begitu berat atas keseleo lidah. Kepentingan kekuasaan, kepentingan uang. Tidak begitu susah untuk dinalar.

    ReplyDelete