22 May 2017

Dahlan Iskan gemar Dangdut Academy

''Ada pelajaran penting yang saya peroleh dari DA4: menyanyi itu ternyata sulit. Lebih sulit dari yang saya bayangkan. Cengkok. Nada. Vibra. Dan banyak lagi. Ada suara perut segala. Di samping ada suara diafragma. Menjadi menteri rasanya tidak sesulit itu.''

Ini kutipan catatan Dahlan Iskan pagi ini di Jawa Pos. Catatan setiap Senin yang ngangeni. Bikin orang senyam-senyum atau ketawa sendiri. Sentilan dan guyonan khas mantan menteri BUMN itu memang cocok dengan judulnya: Pelajaran Menikmati Diri Sendiri.

Syukurlah, catatan yang dulu rutin setiap Senin di halaman 1 Jawa Pos itu muncul lagi. Setelah sempat absen lama gara-gara Pak Bos harus bolak-balik melayani aparat hukum. Kejaksaan, pengadilan, tahanan kota dsb.

Selama 4 bulan diperkarakan Kejati Jatim, Dahlan Iskan jadi kecanduan nonton Dangdut Academy 4 di Indosiar. Hampir tiap malam. Sampai hafal nama-nama peserta, juri, host, iklan-iklannya.

''Kalau sudah nonton DA4, saya lupa jaksa-jaksa yang menuntut saya,'' tulis Dahlan Iskan.

Hahaha (bukan hehehe)....

Saya ketawa sendiri di warkop dekat Juanda. Ngakak. Mas-mas lain yang sibuk main ponsel, nunut internet, pun memandang ke arah saya. Ada apa? Kok tertawa sendiri?

Begitulah. Kolom-kolom Dahlan Iskan memang sejak dulu selalu menggelitik, enak dibaca, dan bikin kangen penggemarnya. Saking khasnya, sangat sulit menemukan kolom sejenis. Sudah begitu banyak kolumnis yang coba-coba meniru Pak Dahlan tapi ya tetap saja gak asyik.

Karena itu, begitu banyak orang yang mendoakan Pak Dahlan agar selalu sehat dan terus menulis. Mereka juga tidak percaya dengan dakwaan jaksa yang macam-macam itu. ''Tuhan pasti akan melindungi orang baik seperti Pak Dahlan. Saya gak ngerti hukum, tapi feeling saya mengatakan Pak Dahlan tidak bersalah,'' ujar beberapa ibu Tionghoa di Surabaya.

Mereka ini sejak 90an tidak pernah melewatkan tulisan-tulisan Dahlan Iskan. Surabaya yang panas akan terasa sejuk kalau baca tulisan Pak Dahlan. Wow...

No comments:

Post a Comment