25 March 2017

Ogoh-ogoh sensual jelang Nyepi 2017 di Sidoarjo

Menjelang hari Nyepi, umat Hindu di Kabupaten Sidoarjo juga melakukan persiapan. Kemarin saya mampir ke Pura Jala Siddi Amerta di Jalan Raya Gedangan untuk melihat suasana pura. Awalnya sih dari Gereja Katolik St Paulus, ngobrol dengan suster asal Sumatera Utara.

Gusti Putra pengurus pura menyambut saya dengan ramah. Senyum hangat khas orang Bali yang sadar pariwisata. Beberapa tukang sedang menyelesaikan Candi Bentar yang jadi pintu masuk pura yang bersama Gereja Katolik berdiri di atas tanah milik TNI AL ini.

Melasti atau upacara penyucian di sumber air (bisa laut, sungai, danau dsb) dilakukan Minggu pagi. Umat Hindu di Juanda ini bergabung dengan Surabaya. ''Melasti di Bumimoro Surabaya ke pantai,'' katanya. Sedangkan pura satunya di Krembung mengadakan melasti di Jolotundo Trawas Mojokerto.

Ogoh-ogohnya mana? Pak Putra kemudian mengajak saya ke balai yang luas. Wow, ada dua ogoh-ogoh yang sensual dengan buah dada buesaar banget. Menggantung kayak kates alias pepaya. Simbol hawa nafsu manusia akan hal-hal duniawi. Angkara murka. Ketamakan. 

Itulah yang akan dibakar hari Senin atau sehari menjelang tapa brata Nyepi hari Selasa. ''Anak-anak muda yang bikin ogoh-ogoh itu. Kalau beli sih mahal, sekitar tiga jutaan,'' katanya.

Persiapan Nyepi, khususnya bikin ogoh-ogoh, membuat muda-mudi Hindu di Sidoarjo jadi lebih sering berkumpul. Gotong royong untuk membuat dua patung itu. Meskipun kualitasnya tentu tidak sebagus buatan seniman di Bali yang mahal itu. Begitu penjelasan Pak Putra.

Semoga Nyepi ini membawa kedamaian bagi alam semesta. 

1 comment:

  1. Sensual artinya menggugah panca indra (five senses). Lain drpd seksual lho Kak Lambertus. Makanan yg enak, sentuhan yang lembut, atau pemandangan yg indah, bisa dikatakan sensual. Kalau mahluk jelek begitu mana ada sensualnya?

    Buah dada yg telanjang itu di budaya Bali atau bahkan Nusantara jaman dulu tidak seksual, ataupun sensual. Di YouTube bisa ditemukan foto2 bahkan filem jaman 1930an dan sebelumnya di mana wanita Bali tidak menutup dada. Dan itu tidak membuat lelaki Bali menjadi lupa daratan atau pemerkosa. Norma norma agama Barat dan Timur Tengah lah yang membuat buah dada wanita menjadi sensual, eh seksual.

    ReplyDelete