04 February 2017

Tielman Brothers legenda musik dari NTT

Orang2 lama asal NTT, yang punya akses ke media dan tinggal di Kupang, biasanya bangga dengan band lawas Tielman Brothers. Grup musik ini jadi bukti bahwa orang NTT (plesetannya Nusa Tetap Tertinggal atau Nasib Tidak Tentu) sebetulnya punya musisi yang ternama pada era 50an.

''Siapa bilang orang NTT tidak bisa main musik? Tidak bisa nyanyi di piringan hitam dan kaset? Lihat itu Tielman,'' begitu ucapan orang2 lama yang bangga dengan grup musik Indo berdarah Timor Kupang, NTT, itu.

Di era internet ini informasi tentang Tielman cukup berlimpah. Di Youtube kita bisa lihat gaya menyanyi Andy Tielman yang khas. Saya suka lagu2 lawas macam Bengawan Solo, Rayuan Pulau Kelapa, Ayo Mama, Bolelebo... dan beberapa lagu daerah yang dimainkan sang rock star.

Halus, penuh perasaan, dengan petikan gitar yang khas. Apalagi lagu Bolelebo yang merupakan salah satu lagu 'kebangsaan' perantau NTT di Jawa atau luar Indonesia. Kata2 kuncinya: ''Bae tida bae... tanah Timor lebe bae!'' Biasa dimodifikasi menjadi ''bae tidak bae Flobamora lebe bae..''

Salah satu tokoh NTT di Jawa yang sangat paham perjalanan karir Tielman Brothers adalah Peter Apollonius Rohi‬. Bung Peter ini wartawan senior yang mendirikan cukup banyak koran di Jakarta dan Surabaya. Beliau asli Kupang, Pulau Timor bagian barat. Beda dengan Timor Leste yang sama2 Pulau Timor tapi posisinya di sebelah timur.

Bung Peter mengaku pernah menyaksikan konser pertama band Tielman ini di Camplong, 50 km dari Kupang NTT tahun 1948. Para pemusik masih kecil2 tapi sudah kelihatan bakatnya. ''Konsernya di bangunan sekolah yang sangat sederhana. Sekarang sudah jadi gereja,'' tutur Peter Rohi yang tinggal di Kampung Malang, Surabaya.

Konser kecil di kampung Camplong itu menjadi tonggak perjalanan Tielman di belantika musik hingga kondang. Band ini kemudian lebih terkenal di luar negara ketimbang di Indonesia. Bahkan orang NTT sendiri kayak saya pun tidak kenal. Tahunya ya belakangan setelah ada Youtube. Kecuali orang2 yang punya akses informasi sehebat Peter Rohi.

Saya pun terkesima membaca tulisan Peter Rohi:

''Menurut pengakuan Geroge Horrison dan Paul McCartney, keduanya menonton Tielman Brothers yang saat itu bernama The Timor Rhythm Brothers show di Jerman. Kembali ke Liverpool, mereka mendirikan The Beatless dengan menggunakan warna musik Tielman Brothers. Jimmy
Hendrix juga mengakui bahwa Tielman Brothers yang dia tiru.

''Tielman Brothers ternyata telah membawa genre baru dalam musik Rock n Roll modern. Kita harus menghormati mereka sebagaimana Belanda memberi penghormatan kenegaraan ketika meninggalnya Andy Tillman sebagai Bapak Rock n Roll.

''Kota Camplong semestinya memiliki sebuah monumen sebagai kenangan indah tentang lahir dan bangkitnya Rock n Roll modern. Saya sangat mengharapkan bantuan teman2 muda di Kupang untuk membuat dokumentasi ini. Dari Timor untuk dunia, sebuah genre musik baru.''

2 comments:

  1. Para kakek dan nenek Jerman Barat yang usianya sekitar 80 tahun, hampir semuanya kenal The Tielman Brothers. Setelah itu yang agak mudaan lebih mengenal The Blue Diamonds, yang juga anak2 Indonesia.

    ReplyDelete
  2. sering saya melihat youtube nya Tielman brother, terusn pingin kapan ya bisa duduk santai mendengar Pak Peter bercerita tentang bandd yg legendarisitu,.......ayuk cak Hurek.....ngobrol santai....

    ReplyDelete