07 February 2017

Salah Kaprah Penjahit Perempuan dan Polisi Wanita

Ini kebiasaan lama tapi cukup mengganggu. Istilah PENJAHIT PEREMPUAN muncul lagi di grup media sosial teman-teman Sidoarjo.

Semua orang tentu paham maksudnya. Cak Yakin mencari perempuan (bukan laki-laki atau waria) untuk jadi penjahit. Apa yang dijahit? Pakaian tentu. Khusus menjahit pakaian perempuan atau laki-laki dewasa dan anak-anak? Silakan bertanya langsung ke Cak Yakin.

Dari segi bahasa, kalau kita sedikit berpikir pakai logika sederhana, frase PENJAHIT PEREMPUAN tidak berterima. Perempuan kok dijahit? Bisa ditangkap polisi karena melakukan tindak pidana penganiayaan.

Sudah lama Pusat Bahasa meluruskan istilah PENJAHIT PEREMPUAN dengan PEREMPUAN PENJAHIT. Sama dengan WANITA PENGUSAHA, bukan PENGUSAHA WANITA. Wanita pengusaha berarti pengusaha yang berjenis kelamin wanita. Pengusaha wanita ya pengusaha yang berbisnis wanita. Orangnya (pelaku usaha) bisa laki-laki, perempuan, atau waria.

Satu lagi istilah salah kaprah yang identik dengan PENJAHIT WANITA adalah POLISI WANITA yang biasa disingkat POLWAN. Istilah yang benar adalah WANITA POLISI. Wanita yang berprofesi sebagai polisi. Bukan polisi yang khusus mengurusi wanita.

Saya sendiri dari dulu tidak menggunakan istilah POLWAN karena saya anggap polisi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sama saja. Cukup disebut POLISI titik. Membedakan polisi atas dasar jenis kelamin hanya akan jadi bahan tertawaan di era semodern sekarang.

2 comments:

  1. Unggulnya bahasa Jerman. Polisi = Polizist,
    Polwan = Polizistin. Penjahit laki = Schneider,
    Penjahit wanita = Schneiderin. Betina ditambah achiran -in.

    ReplyDelete
  2. Seharusnya "polisiwati"

    ReplyDelete