12 February 2017

Nasi jagung murah di Tanggulangin



Hampir tidak ada orang Sidoarjo yang makan nasi jagung. Apalagi yang menanam jagung. Kecuali beberapa penduduk Kecamatan Jabon di pinggir selatan Sungai Porong. Itu pun cuma sekadar memanfaatkan bantaran sungai yang kosong.

Makanya kita sangat kesulitan mencari warung yang jualan nasi jagung. Orang NTT yang pernah menghabiskan masa kecil dengan makan nasi jagung setiap hari biasanya kangen makanan wong cilik itu. Dulu ada PKL yang buka lapak di luar Stadion Gelora Delta. Tapi belakangan saya tak menemui ibu itu.

Eh, pagi ini saya tidak sengaja berjumpa dengan nasi jagung di pinggir jalan raya Tanggulangin. Harganya cuma Rp 3500. Mana ada nasi bungkus di bawah Rp 5000 di Sidoarjo dan Surabaya?

''Nasi jagung itu punya penggemar khusus,'' ujar mas pemilik warkop yang doyan lagu2 dangdut koplonya si Shodiq kriwul itu.

Maka sambil nunut nyetrum HP, saya menikmati nasi jagung yang lezat. Pake iwak asin. Teh tawar. Total tidak sampai Rp 5000. Malah dapat bonus nonton video konser dangdut koplo Monata plus internet gratis plus nyetrum ponsel.

Seandainya orang Indonesia, khususnya NTT, makan nasi jagung melulu, biaya konsumsi bisa ditekan banyak. Tak sampai Rp 500 ribu sebulan per mulut. Kalau masak sendiri pasti lebih murah lagi.


No comments:

Post a Comment