13 February 2017

Komperta dan geliat kesenian di Sidoarjo

Teman-teman seniman Sidoarjo sempat loyo setelah diterjang lumpur Lapindo akhir Mei 2006. Apalagi cukup banyak seniman yang tinggal di daerah terdampak lumpur. Beberapa seniman senior yang biasa menggerakkan kesenian di Sidoarjo macam Eyang Thalib, Bambang Thelo, Eyang Bete meninggal dunia.

Bung Yasluck ketua dewan kesenian juga wafat. Pelukis Djoko Lelono Stefanus juga meninggal mendadak. Maka 10 tahun ini hampir tidak ada pemeran lukisan atau pertunjukan kesenian yang besar. Ada satu dua kegiatan seni tapi cuma percikan-percikan kecil.

Syukurlah, dua tahun ini sudah ada geliat kesenian, khususnya seni rupa. Teman-teman pelukis muda bikin Komperta : Komunitas Perupa Delta. Dipimpin Antonius Juniarto Dwi Nugroho, seniman Komperta rajin blusukan ke berbagai kawasan Sidoarjo untuk OTS.

OTS iku opo? ''On the spot. Melukis langsung di lokasi,'' ujar Juniarto yang juga guru seni rupa. OTS ini juga sekaligus mengangkat candi-candi dan tempat wisata di Kabupaten Sidoarjo.

Lama-lama OTS jadi agenda rutin seniman Sidoarjo plus Surabaya dan kota-kota sekitar. Lama-lama lukisan jadi banyak. Lama-lama ada gairah untuk bikin pameran. Jujur aja... Komperta inilah yang sekarang jadi motor penggerak kesenian di Sidoarjo.

Komunitas-komunitas lain pun ikut terprovokasi untuk bangkit lagi. Komunitas Sketsapora makin aktif. Bumbu Pawon yang dimotori Rojib alias Mbah Bey juga makin kenceng. Bung Santoso juga aktif mendampingi perupa-perupa muda.

Pasar Seni di Pondok Mutiara pun hidup lagi setelah mati suri cukup lama. Komunitasnya Jansen Jasien di Krian juga menghidupkan gedung Lokaphala yang mangkrak itu.

Saat ini dua komunitas perupa lagi bikin pameran dalam waktu bersamaan. Komperta gelar pameran bersama dengan tajuk Among Karsa di Taman Budaya Jatim, Gentengkali Surabaya. Ada 21 pelukis Sidoarjo plus Surabaya dan sekitar ikut bergabung. Masing-masing pelukis dibatasi 2 karya.

Luar biasa! Karena itu, saya gembira ketika diminta Mas Juniarto ketua Komperta untuk menyumbang tulisan di katalog Among Karsa. Saya sampaikan apresiasi kepada Komperta yang kembali memanaskan mesin kesenian di Sidoarjo yang macet sangat lama.

Saya juga salut dengan Cak Amdo yang menghidupkan kembali pasar seni yang tidur lama itu. Apalagi kemarin Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan, dan beberapa pejabat penting hadir untuk membuka pameran lukisan bertema lingkungan itu.


2 comments:

  1. Ciamik Cak Hurek jadi penggiat kesenian di Sidoarjo. Anak saya lagi kuliah di sekolah desain dan seni rupa.

    ReplyDelete
  2. Iya... sebagian besar teman terdekat saya memang seniman, khususnya seni rupa dan musik. Saya juga sempat ngurusin galeri lukisan milik seorang pelukis di surabaya (alm) selama 5 tahun. Mereka ini orang2 unik dan asyik untuk ngobrol ngopi dsb layaknya keluarga sendiri. Dan itu membuat kita kerasan sambil memertawakan berbagai kegilaan politisi, seniman, wartawan dsb.

    ReplyDelete