03 February 2017

Apa botak bisa sembuh?

Capek mengikuti perkembangan politik yang ruwet, ada baiknya kita bertamasya ke zaman Hindia Belanda. Baca-baca koran dan majalah tempo doeloe. Ini hiburan yang indah buat saya.

Maka saya mampir ke perpustakaan Medayu Agung milik Om Oei di Surabaya. Sekalian kasih slamet tahun ayam semoga sehat dan baca hokinya. Om Oei yang tahun ini genap 80 tahun masih meladeni seorang nona manis. Wawancara khusus.

''Ini wartawan dari Pemkot Surabaya,'' ujar Om Oei memperkenalkan nona itu. Saya senang melihat om bekas tapol Pulau Buru ini yang masih sehat. Ingatannya masih tajam.

Lalu saya naik ke lantai dua. Ambil Sin Po edisi 25 Juli 1930. Di halaman 2 majalah terbitan Batavia ini ada iklan obat untuk menumbuhkan rambut. Iklannya cukup panjang model berita alias advertorial. Ada gambar sketsa pria dan wanita yang botak kemudian lebat lagi rambutnya.

Saya sangat menikmati bahasa Melayu Tionghoa atau Melayu Pasar tempo doeloe. Sangat khas gaya bahasa baba-baba Tionghoa baik di Jawa maupun luar Jawa.

Oh... ternyata sejak 1930an orang Indonesia (yang belum merdeka) sudah galau dengan kebotakan. Dan sudah bikin obat untuk menyuburkan rambut.

''Tipis dan tebalnja ramboet boekan ada perkara nasib tapi rawatannja saban hari jang perloe. Kaloe alpa, orang bisa keliatan toea sabelon oesia 25 taoen. Sebaliknja, dengen rawatan bener orang tinggal moeda sampe oemoer ampatpoeloe, limapoeloe... anempoeloe taoen.''

Obat botak itu produksi Perolan Company di Pasar Baroe No. 99 Goedo (Java).

Gudo? Jangan-jangan Gudo, kota kecil di Jombang itu?

Namanya juga iklan, jualan ketjap, perusahaan ini kasih iming-iming: ''... keadaan botak jang paling hebat sekalipoen, tida perloe dianggep kasep....''

3 comments:

  1. Iklan produk tehnik bisa dites kenyataannya, tetapi obat penumbuh kumis dan rambut pastilah iklannya jualan ketjap. Tahun 50-60-an ada dua bintang film laki2 Indonesia yang terkenal, yaitu Bambang Hermanto dan Bambang Irawan. Kita anak2 ingusan selalu berdebat, siapa diantara mereka yang lebih ganteng. Yang memihak kepada Irawan lantas membeli obat penumbuh kumis ditoko arab, tiap hari bibirnya diolesi saleb, hasilnya ya nihil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiya... menarik informasi dari Xiansheng. Berarti sejak dulu sampe sekarang kita orang diapusi oleh pedagang obat penumbuh kumis dan rambut. Rupanya itu bisnis yg awet dari masa ke masa.

      Walaupun diapusi tapi setidaknya orang dikasih sugesti to... ada juga obat dan alat2 aken tinggiken kita punya badan biar tida pendek macam orang Nippon.

      Delete
  2. Yg benar bisa menumbuhkan rambut ialah obat namanya propecia, dijual sebagai obat semprot dgn nama Rogaine atau Regain. Atau bisa diminum dgn dosis rendah. Tadinya diteliti utk mengobati penyakit prostat ternyata efek sampingnya menumbuhkan rambut. Itupun tidak semua tetapi hanya mempan utk jenis kebotakan tertentu, yaitu kebotakan di pusat kepala.

    ReplyDelete