09 January 2017

Sawah yang terjepit perumahan

Pagi ini saya masih melihat sawah di Desa Kwangsan Sedati Sidoarjo. Tak seberapa jauh dari Bandara Juanda. Ada dua orang petani yang bekerja di sawah yang baru dibajak itu.

Sawah sekitar 10 ha itu dikelilingi deretan rumah-rumah baru. Di pinggir jalan berdiri ruko-ruko yang makin ramai. Di timur jalan yang sudah mulus, belakang ruko, masih ada hamparan sawah. Tapi juga sudah dijepit perumahan baru yang belum punya atap.

Amboi! Betapa cepatnya perubahan di Sidoarjo. Tiga tahun lalu wilayah ini masih kosong. Sawah luas membentang. Tak ada ruko atau perumahan. Yang ada cuma gubuk kecil sederhana yang dijadikan warkop. Tempat cangkrukan petani atau warga yang kebetulan ingin jalan pintas ke Sidoarjo atau sebaliknya.

Semua itu tinggal cerita nostalgia. Ketika saya bersama pak Bambang Haryadjie (almarhum) pelukis senior malam-malam mampir di gubuk warkop yang tidak ada aliran listriknya. Cuma pakai lampu minyak tanah ala orang kampung di pelosok NTT.

Begitu cepat sawah-sawah itu hilang. Sekarang cuma tinggal lahan sempit yang terjepit perumahan. Sampai kapan sawah itu bertahan? Satu tahun? Dua tiga tahun? Entahlah. Ada teman yang bisik-bisik bahwa sebagian besar tanah sawah sudah diincar pengembang. Bahkan sudah dibeli.

''Wong tanah kas desa saja dijual. Apalagi sawah biasa,'' ujar teman yang tinggal tak jauh dari desa itu.

Yah... tahun 2016 lalu memang ada beberapa kepala desa di Sidoarjo yang masuk penjara karena kasus TKD. Alih-alih mempertahankan dan mengelola TKD untuk kepentingan rakyat, aset desa itu malah dilepas ke pengembang. Maka para lurah ini sulit diharapkan untuk menjaga sawah di desanya.

Konversi lahan pertanian tak hanya terjadi di wilayah utara yang bertetangga dengan Surabaya. Kota raya yang sudah kehabisan tanah sehingga mau tak mau ekspansi ke Sidoarjo, khususnya utara macam Waru, Taman, Sedati, Gedangan. Saat ini wilayah barat dan selatan pun sudah gencar pembangunan rumah, gudang, ruko hingga pusat belanja. Padahal wilayah selatan-barat ini tanahnya sangat subur.

Sejak dulu jadi sentra pertanian di Kabupaten Sidoarjo. Makanya pabrik gula dibangun di Krembung dan Prambon. Tapi... struktur ekonomi sudah berubah. Pengembang-pengembang sejak tujuh tahun lalu mulai rajin menyulap kebun-kebun tebu menjadi perumahan.

No comments:

Post a Comment