22 January 2017

Resolusi tahun baru sering dilanggar

Tahun 2017 belum berusia satu bulan. Namun resolusi saya di awal tahun (kayak bule aja) sudah banyak yang dilanggar. Di antaranya, bersepeda lebih sering dan lebih jauh. 

Bukankah Januari Februari itu puncak musim hujan? Betul. Maka ada resolusi tambahan. Kalau hujan ganti dengan senam selama 30 menit. Toh gerak badan bisa dilakukan di mana dan kapan saja. (Gerak badan itu istilah orang-orang-orang tua di kampung saya untuk menyebut senam.)

Ternyata tidak butuh waktu lama untuk melanggar resolusi tahun ayam. Minggu pertama Januari sudah jarang sepedaan. Hujan. Kadang tidak hujan tapi kesiangan. Bersepeda yang baik harus start minimal pukul 05.00. Lewat 06.00 sudah gak asyik karena jalanan sudah padat.

Ahad pagi ini tidak hujan. Hawanya sejuk karena semalam hujan sangat lama. Maka tidak ada alasan untuk tidak sepedaan atau ikut senam bersama masyarakat di mana saja kita mau. Tapi saya sudah kadung keasyikan mengikuti wawancara dua pengamat di Metro TV tentang fenomena Presiden Trum yang bakal mengubah semua kebijakan ekonomi dan internasionalnya. 

Pengamat dari CSIS itu cukup menguasai persoalan. Obama dan Trump sebetulnya tidak jauh berbeda. Sama-sama mendulukan kepentingan USA. Indonesia jauh dari radar USA. Amerika bakal lebih fokus ke negara-negara besar macam Rusia atau Tiongkok. 

Lah... kalau dituruti bisa-bisa gak sepedaan lagi. Pukul 06.00 saya pun memutuskan nggowes ke Tambakoso Segorotambak Kalanganyar Buncitan dst. Gak ada urusan lagi dengan resolusi-resolusi-resolusian. Wong resolusi PBB aja gak digubris Israel, USA dan sekutunya, opo maneh cuma resolusi tahun baru enteng-entengan!

No comments:

Post a Comment